kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010 (bagian 2)

setelah melewati opening, ada rangkaian yang berada diantara opening dan closing. yaitu pasar rakyat.
di pasar rakyat ini Permata Lampung menjual keripik pisang khas Lampung yang memang sudah ditunggu-tunggu penggemar makanan manis ini.
---
------
---------
oke, gue bingung gimana ngelanjutin cerita tentang pasar rakyat, yang jelas ceritanya ya begitu...

dan sekarang masuk ke acara puncak, yaitu closing Pesona Budaya 2010.
closing ini konsepnya semacam operet gitu. ceritanya ada tuan putri yang dicariin jodoh sama orang tuanya. ajang pencarian jodoh ini dibuat dalam bentuk sayembara. nah pangeran dari 10 penjuru daerah menjadi peserta sayembara ini. dengan membawa seserahan berupa penampilan khas dari daerah masing-masing, pangeran-pangeran ini mencoba merayu hati sang putri.
tapi ditengah-tengah sayembara berlangsung, terjadi keributan antara pangeran dari Lampung dan dari Sunda. pangeran dari Jawa yang tadinya cuma mau melerai, jadi terlibat perkelahian juga dengan dua pangeran lainnya.
tapi adegan perkelahian ini tetap bisa disaksikan oleh anak-anak kecil tanpa harus takut ditiru, justru lebih bagus lagi kalo ditiru, soalnya adegannya justru mengundang tawa seisi GSG yang menonton acara closing ini.
hmmm... pengen tau kan gimana hebohnya di bagian scene tersebut?
tonton videonya disini.

dari Permata Lampung sendiri yang jadi pangerannya Achmad Adi Pranoto (2009). inilah orangnyaaaa.... jeng jeng jeng...
komen Adi, "Gue berasa kayak lagi karnival anak TK." emang Di, elo emang anak TK. tapi bukan wajahnya yang anak TK, tapi kelakuannya (‾˛‾")ƪ(˘-˘)
ngerayu Adi buat jadi pangeran jauh lebih sulit daripada ngediemin anak kecil yang lagi nangis meraung-raung. secara orang yang satu ini tuh alasannya banyaaakkk banget waktu disuruh jadi pangeran.
akhirnya dengan mengerahkan banyak massa untuk 'merayu' (mungkin lebih tepatnya memaksa), Adi mau untuk tampil di acara closing Pesona Budaya.

di acara closing ini juga permata boleh berbangga hati. kenapa?
soalnya dari 10 pangeran yang jadi utusan masing-masing UKM, pangeran dari Lampung ini yang paling cakep (meskipun mukanya ga Lampung banget), dan juga keunikan yang dimiliki pangeran satu ini ga dimiliki sama pangeran lainnya adalah ngelawak.
ngelawak?
ya ngelawak.
untuk penampilan yang seharusnya serius justru dikemas dalam bentuk yang menghibur dan tetap pada benang merah cerita operet yang ditampilkan.

pangeran Lampung ini juga satu-satunya pangeran yang tampil bawa rombongan. awal mulanya gara-gara Adi disuruh menampilkan adegan perkelahian dalam bentuk tarian. yak, gue buat semuanya dikemas dalam tarian, supaya lebih bagus aja sih. tapi salah satu anggota permata lain merasa ragu Adi mampu tampil sendiri. dengan sedikit "merayu", akhirnya Rahmat Yasirandi (2009) dan Harry Kurniawan (2009) ikut jadi "korban".
akting Adi yang merayu tuan Putri dengan keripik pisang khas Lampung juga membangkitkan semangat penonton untuk tetap menyaksikan kelanjutan ceritanya, walaupun tampilnya nyaris tengah malam.
dan inilah tampilan mereka bertiga sebelum pentas.

walaupun mereka bertiga ini belum pernah tampil tari sebelumnya, tapi tetap mereka bisa menampilkan apa yang mereka punyai dan mampu menghibur penonton closing pesona budaya pada malam itu.

---

bagian dibawah ini gue bakal sedikit narsis. kenapa? soalnya pada bagian ini gue yang menjadi pengisi acaranya. hehhee...
pada intinya, gue dan ketiga lainnya tampil sebagai persembahan yang dibawa oleh sang pangeran dari Lampung untuk memikat tuan putri. tarian yang dibawakan kami ini namanya Tari Bedana Kreasi.

tarian ini bercerita tentang muda mudi di Lampung yang saling bercengkrama. walaupun tampilnya tengah malam, tapi kami tetap semangat menampilkan tarian ini.
orang-orang yang tampil di acara puncaknya adalah Deni Saputra (2010), Rahmah Niyati (2009), Danica Thea Marella (2009), dan Dimas Frandisyah Putra (2008).

disitu cewenya cantik-cantik kan???

---

mungkin sampe disini dulu cerita tentang pesona budaya 2010nya. dan gue akan update tentang pesona budaya 2011 \(´▽`)/

reader : ("¬_¬) beneran nih bakal update?
gue :
┐(ˇ .ˇ")┌ ga tau yaaa...~~~
reader :
(-o¬_¬)—o (✗_✗) AWAS AJA KALO ENGGAAA!!!
gue :
(╥﹏╥) oke oke gue update, ditunggu yaaa update nyaaa ~(˘▽˘~) (~˘▽˘)~

nih, skalian dikasih bonus, foto gue cantik
(з´⌣`ε) #siapinkresek
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010

halooo...

setelah beberapa bulan tidur panjang dari aktivitas blogging, akhirnya gue kembali membawa beberapa cerita.
yak, setelah kesibukan gue bertambah jadi beberapa kali lipat dari biasanya, jadinya blog ini sedikit bersarang laba-laba dan debuan gitu deh (˘_˘'!)

sebenernya ini tuh cerita dari 1 tahun lalu...
beneran deh, dari 1 tahun lalu nyimpen cerita ini tapi ga sempet untuk diceritain di blog.
ceritanya tentang pesona budaya.

sejak tahun 2009 Permata Lampung IT Telkom mulai mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh BEM KBM IT Telkom. (cerita tentang pesona budaya 2009 lihat disini)
kita sebagai anggota Permata Lampung boleh bangga lho, soalnya kita disini sebagai KOMUNITAS atau PERKUMPULAN pertama yang diikutsertakan dalam event budaya ini. yang kemudian disusul oleh Kombotel tahun 2010 dan IKRAR tahun 2011.

pada Pesona Budaya 2010 tahun lalu, acara ini dibuat dalam 3 rangkaian. dan gue merasa sangat bangga (sebagai anggota Permata Lampung dan kordinator Divisi Seni dan Budaya tentunya) karena dari 3 rangkaian acara ini Permata Lampung mampu menampilkan 4 tarian dengan sukses ‎*\(‾▿‾)- -(‾▿‾)/*

rangkaian acara Pesona Budaya diawali dengan arak-arakan. rute arak-arakan Pesona Budaya ini dimulai dari depan ATM IT Telkom - sepanjang jalan Telekomunikasi sampai bundaran IT Telkom - kembali ke ATM. dan inilahhh para pengisi arak-arakan dari Permata Lampung.


gimana? ganteng dan cantik kan pengisi arak-arakannya. diatas dari kiri ke kanan ada Adi Ramadhan (2009), Wulan Damayanti (2009), Ajie Tri Hutama (2009), Asri Khoirunnisa (2009), Nanda Septiana (2010) dan Rendra Laksmana (2010). dibawah ada Dimas Frandisyah Putra (2008).

di acara arak-arakan ini juga gue sukses menyeret Adi dan Rendra yang 'katanya' engga bisa nari. tapi setelah tampil, penampilan mereka bagus dan sukses membawakan Tari Melinting sebagai pengiring pasangan muli mekhanai dari Lampung. Ajie dan Nisa yang juga tadinya 'malu-malu' buat tampil, bahkan bisa menampilkan fashion show yang bagus (disini Nisa bener-bener jadi cewe lho, hahaha).

dalam 1 hari yang sama, seusai acara arak-arakan, semua langsung menuju ke opening pesona budaya yang berlangsung di GSG IT Telkom.

penampilan Permata Lampung untuk opening Pesona Budaya adalah Tari Sigeh Pengunten. tarian ini memang digunakan untuk penyambutan tamu agung. dan penari-penari cantik yang membawakan tarian tersebut adalahhh....


dari kiri ke kanan ada Eki Fitra Sutifani (2010), Betty Mutia Putri (2010), Ratri Mayra Maherani (2010), Niken Ayu (2010) dan Anida Putri Bhakti Pertiwi (2010).

kalo kelima penari ini ga pake 'dibully' dulu untuk diajak tampil. mereka dengan senang hati menjawab 'iya' waktu diminta untuk mengisi opening Pesona Budaya 2010. sama seperti arak-arakan, mereka juga sukses membawakan tarian cantik asal Provinsi Lampung tercinta.

(bersambung) ~biar mirip sinetron
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Rikas Harsa (Lampung), pemenang L-Men of the year 2010




Pekerjaan: Sales Manager
Tanggal Lahir: 7 Juli 1980
Hobi: nonton, motor besar, kuliner
Tinggi/berat: 176/ 68
Produk L-Men yang digunakan: L-Men Platinum

Jadwal Latihan :
Senin – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Selasa – bahu, tricep. Sore cardio abs
Rabu – jogging
Kamis – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Jumat- bahu, tricep. Sore cardio abs
Sabtu – jogging


Rikas (Lampung) – Sales Manager
Kecintaannya pada motor besar membuat pria ini mempunyai impian keliling Indonesia dengan mengendarai motor besar kebanggaannya. Bahkan ia pun memilih untuk bekerja menjadi seorang Sales Manager di sebuah perusahaan otomotif di Lampung. Namun karena tuntutan pekerjaan, ia harus rela menunda impian keliling Indonesianya untuk sementara, dan tetap merencanakan ikut keliling pulau Jawa dengan sebuah komunitas pecinta motor besar. Hidup 9 tahun di Negeri Kangguru untuk menempuh studi, Rikas juga mengaktualisasi dirinya dengan meraih puluhan medali kejuaraan karate, beberapa di antaranya memenangkan medali emas, perak dan perunggu dalam kejuaraan S.K.I.W.A (Shotokan Karate International of Western Australia) pada tahun 1999 silam. Dia pun pernah mengalahkan beberapa atlet nasional Australia. Nama Indonesia yang dibawa pun semakin dikenal di negeri seberang. Tak hanya itu, sepulangnya ke negeri sendiri, ia juga sempat menekuni boxing demi menjaga tubuh atletisnya.


Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sales door-to-door

Minggu 2 Mei 2010 kemaren first time gw ngerasain susah gampangnya jadi sales door-to-door. Ditolak orang secara tidak halus, dapet pembeli yang baek, de el el.

Tujuan jualan hari itu adalah nyari dana untuk acara himpunan yang bakal diadain dalam waktu dekat di bulan Mei ini. Yap, it’s Unity Nite. Acara tahunan yang (katanya) diadain tiap angkatan pertama di kampus. Dan kali ini angkatan gue lah yang beruntung buat ngadain acara itu. Spesifikasi acaranya sih gue emang ga seberapa ngerti banget (maklum gue cuma bagian dekor), tapi yang jelas inti dari acara itu adalah buat ngakrabin anak-anak Fakultas Rekayasa Industri khususnya angkatan 2009.

Ok, back to topic. Jualan? Apa sih yang gue jual kemaren?
Jawabannya adalah… jualan kue kering alias kue jajanan pasar. Kuenya dikemas dalam 1 kotak masing-masing berisi 15 buah kue, yang dijual Rp 25.000 per kotak. Dan dari modal ± 150 ribu rupiah, kami mendapatkan untung ± 200 ribu rupiah, untung besar saudara saudara… kebayang kan cuma ngejual kue aja bisa segitu untungnya. Mau tau rahasianya?

Rahasianya adalah…
Rahasianyaaa...
Rahasianyaaa…
Apa ya rahasianya?
Jawabannya adalah tidak ada rahasia. Yang jelas, disana kami keliling komplek dan datengin rumah warga satu per satu sambil bilang “Permisi Bu, Pak. Kami mau menawarkan kue kering.” Diiringi senyuman manis ala mba-mba SPG yang biasa nawarin produk rokok baru ke setiap mas-mas yang lewat di mall. Cuma bedanya kami ga pake pakaian seksi aja waktu jualan, ntar disangka bukan mau jualan tapi malah mau konser dangdut rakyat ala trio macan lagi. (stop stop, makin lama makin jauh aja dari benang merah).

Jualan kemaren dimulai dari pukul 07.00 WITT, sebenernya nunggunya dari jam segitu, namanya juga orang asli Indonesia, ga afdol kalo ga ngaret (padahal gue termasuk orang yang amat mentingin waktu, *narsis*), jadilah jualan itu dimulai (kalo ga salah) sekitar jam setengah 9an gitu.

Kami mulai datengin rumah tetangganya Fajar satu per satu. Dan pembeli pertama kue yang gue jual adalah orang yang paling bisa ngebangkitin semangat kami yang lagi jualan hari itu. Kenapa? Karena yang ngebeli adalah mba-mba cantik dan baik (loh kenapa gue jadi semangat? Sumpah gue masih perempuan normal yang masih suka sama manusia berjenggot a.k.a laki-laki *bukan bencong atau maho). Soalnya mba itu bayarnya 30rb dan waktu mau dikasih kembalian, mba nya bilang “Ga usah dek, ambil aja. Dulu saya juga pernah jualan kayak gitu soalnya (sambil tersenyum cantik).” Wuaaah… kebayang kan senengnya gue dan temen-temen gue saat itu gimana??? Andai setiap pembeli kayak mba itu, ga perlu capek-capek jualan saya, wkwk.

Next, gue dan temen-temen gue tetep ngiderin tu kompleks sampe semua kue yang ada di tangan laku terjual. Selain pembeli baek kayak mba-mba tadi, gue dan temen-temen gue juga ngadepin calon pembeli yang rese abis. Kenapa calon? Soalnya pembeli yang ga jadi beli. Baru sempet ditawarin tau-tau ngibasin tangan kirinya sambil bilang “Oh ga ga ga…” dan temen gue pun menjawab dengan “Oh ya makasih pak (dengan eskpresi yang udah bisa ditebak sebelumnya, bibir jadi monyong dengan nada bicara yang ogah-ogahan). Semoga bapak-bapak botak, bermobil dan berumah mewah itu diberi pencerahan (dan semoga itu bapak ga baca blog gue, wkwk).

Banyak yang bisa diambil dari jualan kemaren. Selain harus kompak dengan temen-temen gue untuk nyebutin harga, harus berani menawarkan ke orang-orang dan harus siap ditolak kalo ada yang ga mau beli. Dan itu ngebuat gue ngerasa, kadang kasian juga ya sama sales door-to-door, meskipun kadang mereka juga nyebelin. Soalnya mereka suka maksa (kami kemaren juga sih, hoho). Yang lebih ngeselin kalo ternyata mereka bukan sales door-to-door beneran, tapi pencuri/perampok yang nyamar, weeewww… lebih serem kan ini?

Ok deh, segini dulu cerita tentang pengalaman pertama gue jadi sales door-to-door yang ternyata dibumbui dengan manis, asem, asinnya nano-nano (eh salah! Maksudnya suka dan duka). Next time gue bakal cerita hal lain lagi tentang kampus gue :D
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung IT Telkom di Ranca Buaya

Sekian lama belum posting, akhirnya dapet juga cerita buat gue publish di blog aneh ini. Dan kali ini, nambah lagi pengalaman gila dan ekstrim gue di Bandung. Setelah 2 minggu berkutat dengan Ujian Tengah Semester, akhir minggunya ditutup dengan acara Re-organisasi Permata Lampung IT Telkom.


Acara re-or ini diadain tanggal 17-18 April 2010 di Ranca Buaya, Garut. Dan selama 2 hari itu banyak banget hal-hal yang dibilang seru, keren, ekstrim, mantep de el el. Sebenernya dimana sih Ranca Buaya itu? Kalo kata Eri sih, Ranca Buaya itu di Kabupaten Garut. Kenyataannya, waktu udah nyampe di villa dan pas ngeliat di GPS HP kak Aris, posisi Ranca Buaya itu kalo di peta Jawa Barat dari kota Bandung ditarik garis lurus ke arah selatan dan mentok di pinggir laut, disitulah kami kemaren ngabisin liburan 2 hari yang seru abis. Dan beginilah ceritanya.

Sabtu,17 April 2010
Setau gue sih acaranya itu jam 9,salah liat jadwal kali ya gue. Tapi ternyata pas hari jumatnya dijarkom kalo berangkat ke Ranca Buaya jam 14.00 a.k.a jam 2 siang. Emang dasar kebiasaan,gw yang udah siap dari jam setengah 2 harus nungguin yang lain yang ternyata baru keluar jam 2 dari kosannya, ‘on time’ banget ya. Dan jam 2 itu gw, Dimas, kak Baran dan kak Imam baru keluar dari kosan ke tempat ngumpul. Udah nyampe sana kirain bakal langsung berangkat, taunya nunggu mobil dulu karena belum dateng. Jadinya, jam keberangkatan yang harusnya jam 2 siang jadi molor 2 jam, jam 4 sore itu baru mulai berangkat. Yang ikut acara re-or ini ada 17 orang anggota (+1). Dan dari sekian banyak itu, ceweknya dikit banget. Ada 4 orang angkatan 2009 (gue, Wulan, Rahma dan Tondi), 4 orang angkatan 2008 (Dimas, Refri, Adit dan Harie), 3 orang angkatan 2007 (Eri, Andre dan Mba Gata), 2 orang angkatan 2006 (Kak Aris dan Aan), 2 orang angkatan 2005 (Kak Baran dan Kak Rengga), plus 2 alumni (Kak Imam dan Kak Desta).

Pas awal berangkat, disiapin 3 mobil. Di mobil 1, avanza hitam, ada Harie (dan ceweknya) yang bawa, Wulan, Rahma, Tondi dan Adit. Di mobil 2, avanza hijau tosca, ada Kak Baran yang bawa, Kak Desta, Kak Imam, Kak Rengga, Mba Gata, Aan dan Eri. Dan mobil 3 *mobil paling keren (azeee...), avanza silver diisi dengan penumpang paling dikit, tapi tetep aja di paling belakangnya banyak barang-barang, ada Kak Aris yang bawa, Andre, Refri, Dimas dan gue. Awalnya isi mobil 3 itu cuma 4 orang, plong banget kan? Tau-tau si Refri yang tadinya di mobil 1 disuruh Eri pindah ke mobil 3. Untung juga sih Refri yang dipindahin, jadi isi mobil tuh gak sepi-sepi banget.

Perjalanan pun dimulai, dan (perasaan gue) banyak banget nunggunya. Mobil 3 yang pertama kali jalan diikutin mobil-mobil lain ternyata kehilangan jejak. Awalnya ditungguin di pintu tol Buah Batu, tapi ternyata gak muncul-muncul, cabcus deh ke tol. Di tol, kak Aris yang bawa mobil kecepatan 110 km/jam aja masih bisa diduluin sama travel Cipaganti (ckckck). Begitu keluar di pintu tol Cileunyi, baru nungguin rombongan mobil 2. Setelah mobil 2 dateng, masih ada mobil 1 yang ditungguin, soalnya mereka ke GerLong dulu nganterin ceweknya Harie. Hampir setengah jam ditungguin gak muncul-muncul, 2 mobil ini jalan duluan ke Garut. Tapi sebelumnya, mampir dulu ke tempat tahu sumedang. Tiba-tiba waktu mobil 3 lagi parkir ada orang gila ngetok-ngetok kaca samping kak Aris, tapi dibiarin aja, pindahlah orang gila itu ke mobil 2 yang ada dibelakangnya. Gak tau kenapa tu orang gila balik lagi ke mobil 3, karena takut kaca mobil di pecahin sama tu orang gila, kak Aris ngasih seribu sambil rada-rada takut gitu, haha.

Setelah beli tahu sumedang, perjalanan ngelanjut lagi dengan posisi mobil 3 di depan mobil 2. Awal-awal jalannya masih iring-iringan, terus mulai diduluin beberapa mobil dan waktu di pengalihan jalan akhirnya mobil 2 ketinggalan jauh di belakang. Masuk Kabupaten Garut itu tepat magrib, jadi berhenti dulu di SPBU pertama setelah masuk Kabupaten Garut buat nungguin mobil-mobil lainnya. Mulai dari sini nih, sinyal CDMA ilang dan 2 hari bertahan tanpa dihubungi orang. Mobil 2 nyampe setengah jam kemudian gara-gara navigatornya si Aan salah ngasih info, nyasarlah mereka-mereka ini, dan mobil 1 setengah jamnya lagi, juga nyasar ternyata kaya’ mobil 2. Berarti mobil 3 yang paling beruntung. Istirahat-istirahat dulu, solat dulu, pokoknya santai-santai dulu sebelum tau bakal ngelewatin perjalanan yang dibilang cukup serem buat pengemudi amatir. Sebelumnya kak Aris dan Eri nanya sama mas-mas yang di SPBU jalan ke Pamengpeuk, katanya jalannya itu sempit dan sedikit gak aman, ditawarin mending ke Pangandaran aja. Tapi karena semua udah pada penasaran banget ke Ranca Buaya, akhirnya cabcus juga dengan modal nekat (padahal gak tau Ranca Buaya itu dimana). Katanya, perjalanan ke Ranca Buaya tinggal 4 jam lagi, taunyaaa…

Karena kak Aris yang nanya, jadinya mobil 3 yang juga ada gue didalamnya jalan duluan, jadi petunjuk jalan + pembuka jalan lah ceritanya. Sepanjang perjalanan ngeliat martabak telor dipinggir kanan kiri (sempet pengen). Terus kak Aris bilang, “Malem-malem gini enaknya makan PopMie.” Jadi niatlah pengen nyari PopMie. Pas ada warung sempet pengen berhenti, tapi warungnya rada serem-serem gimana gitu. Si Andre pake nakut-nakutin gitu “Ntar paginya lewat sini udah gak ada itu warungnya.” Hiiiy… Udah agak jauh, masuklah ke jalan yang dibilang ekstrim. Tikungannya tajam, gak ada lampu dan gak ada pembatas jalan. Dan kanan kirinya itu cuma gelap aja, gak tau kanan kirinya itu apa, mungkin jurang yang gede banget dan kalo nyemplung (plung trus aaaaaaaaa trus bruk dan paginya masuk koran). Berhubung gue orangnya mabok perjalanan, apalagi kalo jalannya goyang kanan-goyang kiri, tambah deh, akhirnya jam 10 malam berhenti dulu di tempat makan. Tadinya pada gak mau makan, tapi waktu ngeliat Dimas sama kak Desta mesen PopMie, baru yang lainnya pada ikutan makan. Abis makan baru ngelanjutin perjalanan lagi. Tapi sayang, gara-gara minum obat, jadinya gue tidur sepanjang perjalanan sampai Pamengpeuk. Gue bangun lagi tuh pas mulai nyari jalan ke Ranca Buaya. Katanya belum pernah ngeliat plang nunjukin Ranca Buaya, tapi akhirnya ada juga. Disini nih sedikit ada masalah, mobil 2 keabisan bensin, jadi lari lah Eri ngetok rumah warga nanya dimana beli bensin, katanya ada warung 24 jam, tapi nyari warungnya itu, jauh banget ternyata dari tempat awal mula ada plang Ranca Buaya. Mana itu keadaannya tengah malem lagi. Nah berhubung udah tengah malem lewat, jadi gue ganti tanggalnya dulu.

Minggu, 18 April 2010
Untungnya masih bisa ketemu bensin dan mobil 2 bisa berangkat lagi. Udah ganti hari juga masih aja rombongan jalan-jalan ini belum nyampe ke tujuan, memang sih plangnya nunjukin Ranca Buaya 25 KM, jadinya perjalanannya itu kira-kira masih setengah jam-an lagi. Karena kanan kirinya gelap banget, jadi gak tau apa isinya, yang jelas cuma kedengeran suara air yang kaya’nya sih itu ombak gede banget. Sepanjang jalan banyak banget jembatannya, ada banyak banget jembatan kecil dan 14 jembatan besi (*gue itung pas pulangnya) yang horror banget kalo dilewatin malem-malem. Akhirnya (kalo gak salah, kata Adit) setengah 2 itu baru buka pintu villa. Nginepnya di Neglasari Beach Villa. Sampai di villa juga gak langsung tidur, masak-masak dulu. Jadi malemnya si Eri sama Wulan yang bakar ayam, sempet kebagian ayam juga sih gue, nyomot punya kak Baran sama kak Aris. Dan dari dapur inilah muncul gosip-gosip di antara anak-anak ini. Baru jam 3 gue tidur, niatnya sih pengen guling-guling aja, taunya ketiduran nyenyak dan setengah 6 udah dibangunin mba Gata aja. Pas lagi nungguin Rahma selesai solat, sempet nguping pembicaraan cowok-cowok di depan lah gw. Ada kak Imam yang lagi heboh cerita soal kerjaannya.

Selesai solat, Dimas manggil ngajakin ikut yang laen, ke laut pagi-pagi. Dan gilaaa… ombaknya gede banget, cocok dah kalo mau selancar. Malah ada yang bilang, “Ini sih samudra.” Sangking gedenya ombak itu. Pas lagi di laut, tiba-tiba Refri di telpon sama orangtuanya yang ternyata lagi di Bandung, mau surprise lah ceritanya, gara-gara Refri gak bilang kalo acaranya nginep, jadinya gak tau lah orangtuanya si Refri ini kalo anaknya lagi berada di tempat yang jaraknya 8jam dari Bandung. Setelah liat-liat bentar, balik lagi ke villa semuanya buat makan. Ternyata pas ke laut pagi-pagi itu ada yang kurang. Kak Baran bilang “Pas gue liat mobil kok kacanya kebuka, baru inget gue Aan gak ikut.” Haha, gara-gara Aan tidurnya misah sendiri, jadinya dia gak ikutan ngeliat kerennya tuh laut pagi-pagi. Karena cuma ada mie, akhirnya makan mie instan aja disana. Baru masak 6 mie pertama, udah diserbu sama rombongan cowok-cowok yang udah kaya’ pengungsi kelaperan. Akhirnya masak lagi 6 mie kedua, baru terakhir yang cewek-cewek yang makan. Padahal kemarennya gue belum ketemu nasi sama sekali, dan cuma makan mie doang sampai hari ini, parah banget. Kebayang usus gue udah seimut rambut gue bentuknya. Tadinya sih gue berniat buat mandi dulu baru ke laut, tapi daripada gue gak ada baju lagi buat balik, jadinya cuma ganti baju aja baru ke laut.

Abis makan, baru ke acara intinya. Pemilihan Kepala Suku baru untuk masa abdi 2010-2011. Pemilihannya di pinggir laut, ditemenin debur ombak yang gede-gede itu, rasanya gue tuh kaya’ mau diseret aja gara-gara ombak. Calon kepala suku baru ada 4, Dimas, Harie, Adit dan Refri. Mereka disuruh nyebutin visi dan misi sambil dihantam ombak. Dan melalui diskusi yang cukup panjang dan voting akhirnya terpilihlah kepala suku yang baru, Harie Andrian. Selebrasinya sih sederhana aja, cuma di lempar-lempar pasir. Sayangnya di pantai ini gue yang paling apes, sendal gue ilang keseret ombak. Yang laen juga sendalnya pada keseret ombak, tapi yang laen masih beruntung soalnya sendal mereka pada balik lagi. Gara-gara frustasi (lebaaay), gue jalan gak liat-liat lagi dan jeduuug… kepala gue kejedut pohon waktu gue lagi jalan. Pas gue sama Dimas mau balik ke villa, ngeliat kak Aris, kak Baran, Andre dan Eri lagi nantang ombak, eh si Dimas ikutan. Jadinya ngeliatin bolang-bolang itu ngejer-ngejer ombak dulu sebelum balik ke villa.

Di villa lagi ngantri kamar mandi, dan gue dapet antrian terakhir buat mandi. Gara-gara dibilangin ngejer waktu, gue mandi secepet-cepetnya biar gak ditinggal. Dan akhirnya (niat) pulang juga. Mobil 3 a.k.a mobil yang ada guenya berangkat duluan, baru diikutin mobil 1. Baru 5 jembatan dilewatin, tau-tau orang di mobil 2 nelpon nyuruh muter balik. Berhenti lah di pinggir jalan yang ternyata pemadangannya keren banget. Jadi foto-foto dulu disini. Dan disini juga lah pengalaman-pengalaman lucu terjadi.

Awalnya sih gue gak mau ikut turun ke lautnya, makanya gue jadi tempat penitipan kunci mobil. Tapi karena yang lain pada turun dan gue gak mau sendirian, ikutan turun juga gue akhirnya. Jalan turunnya ekstrim banget, mana licin batu-batunya gara-gara banyak lumut, udah gitu pinggir-pinggirnya banyak duri lagi (nyangkut malah durinya di tangan gue). Denger cerita katanya pertama kali yang jatoh di batu licin tuh Eri, terus diikutin jalannya Eri itu sama Andre, dan jatoh juga dianya. Udah 2 yang jatoh masih aja diikutin sama kak Aris, dan jatohnya ampe salto (katanya). Baru pas kak Aris jatoh dibilangin jangan lewat situ lagi. Dan ternyata tempat mereka jatoh itu tempat yang tadinya mau gue lewatin, tapi belum sempe gue turun udah dimarahin guenya.

Setelah sesi pemotretan yang cukup panjang, baru balik lagi ke mobil. Pas lagi jalan pulang, ada lagi korbannya, kali ini Wulan yang jatoh gara-gara ngikutin jalannya Adit. Pas mau jalan lagi, ternyata Wulan jatoh lagi, Andre sampe ngakak ngeliat Wulan jatoh 2 kali (tegaaa Andre ini). Baru perjalanan pulang dimulai. Sepanjang jalan di mobil tuh pada tidur semua, kecuali gue sama kak Aris (kalo kak Aris tidur tewas semua seisi mobil itu nyemplung jurang). Ternyata pemandangan malem yang gelep banget itu tenyata kalo diliat siang keren juga. Cuma mengerikan aja jurangnya. Mana jalannya bolong-bolong dan kak Aris selalu milih ngelewatin lubang daripada ngejauhin lubang. Mungkin niatnya mau bangunin yang pada tidur, tapi malah yang tidur ya tetep asik aja tidur, gue yang bangun malahan yang kejedut kaca. Sepanjang jalan ribut kelaperan semua, dan susah banget nyari tempat makan tapi akhirnya emang ketemu juga. Tempatnya di Rumah Makan Sari Cikajang. Mungkin tempat makan ini bisa dibilang penyelamat bagi perut-perut kelaperan kami yang dari hari sabtu belum ketemu nasi sama sekali. Udah gitu nasinya enak banget, mantep deh, rasanya enaaaaak banget bisa makan nasi. Begitu parkir, ternyata mobil yang ada gue didalemnya ini bannya gembung, kalo dibiarin bisa pecah ban dan habislah nyawa kami berlima didalemnya itu. Untungnya ada ban serep, jadi abis makan ganti ban dulu baru ngelanjutin jalan lagi. Dan jalannya ngikutin GPS dari HP kak Aris.

Pas lagi jalan, ada bunyi-bunyi yang mengerikan gitu dari bawah, kaya’ bunyi ban kendor gitu. Mana pas jalan ditakut-takutin lagi “Kalo ban belakang mah gak seberapa, ban depan lepas baru guling-guling.” Nah lo, kebayang kan stress nya gue di dalem mobil itu. Karena sempet berhenti dulu, mobil 3 ketinggalan. Tapi emang karena yang bawa udah kaya’ pembalap F1, justru duluan sampe di IT Telkom. Huff… sampe juga ke tempat asal gue jam setengah 8 malem. Alhamdulillah gak ada yang kenapa-kenapa, cuma sendal aja ilang (hiks…). Sampe di kampus, belum langsung balik, masih itung-itungan dulu buat nambahin denda mobil sewaan yang ternyata ngaret sekitar 5 jam-an dari waktu peminjaman. Waktu lagi itung-itungan itu kan ada kak Ariza dateng, tadinya kan kak Ariza sempet mau nyusulin, untung gak jadi. Kalo jadi bisa stress dia bawa mobil sendirian ke Ranca Buaya. Jadinya malem itu sempet ngiri-ngiriin kak Ariza gitu, hehe. Dan disitu juga keliatan muka-muka butek pengemudinya, mulai dari kak Baran, kak Aris sama Harie. Udah gitu penderitaan mereka belum selesai, masih harus ngebalikin mobil rentalan itu lagi ke Dago, bayangkan DaKo-Dago??? Jadinya cuma bisa ngasih semangat aja ke kak Aris dan Harie yang harus ngebalikin mobil itu lagi. Dan… sampailah gue ke kosan, dan tempat tidur gue bener-bener berasa surga banget malem itu.

Oiya, pesen gue buat pembaca blog ini yang berniat buat jalan-jalan ke Ranca Buaya, mending berangkatnya pagi aja, jangan malem. Soalnya pas malem-malem jalannya tuh ekstrim banget. Selip dikit nyemplung jurang deh. Tapi beneran, gue bener-bener dapet pengalaman seru dari jalan-jalan itu. Dan satu lagi

SELAMAT KEPADA “HARIE ANDRIAN” ATAS TERPILIHNYA SEBAGAI KETUA PERMATA LAMPUNG IT TELKOM 2010-2011

Lagi deh, sejujurnya gue gak nyesel ikut jalan-jalan ini, bener-bener pengalaman yang seru banget di tahun 2010 setelah tahun baruan ke Caringin Tilu. Biaya perjalanan rata-rata hampir abis 200ribuan lah buat jalan-jalan ini. Karena waktu gue di Bandung masih cukup panjang, semoga aja masih bisa buat jalan-jalan ke tempat-tempat keren lainnya di Bandung.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments