Tampilkan postingan dengan label permata lampung it telkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permata lampung it telkom. Tampilkan semua postingan

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung


Di tahun kedua gue di kampus putih-biru ini, yang kedua kalinya juga gue ikut reorganisasi perkumpulan mahasiswa yang gue ikuti ini. Kalau tahun lalu angkatan 2008 yang jadi kandidat ketua, reor kali ini angkatan gue yang jadi kandidatnya, dan gue termasuk salah satunya...
...
...
Eh beneran tau gue jadi kandidatnya.

Reor tahun ini diadakan di salah satu villa di Ciater. Tempatnya bagus buat orang yang pacaran, sayangnya saat itu gue lagi... lagi apa gue juga ga tau, tapi yang jelas gue engga menghabiskan 1 detikpun bersama sang pacar, tragis.

Perjalanan reor kali ini hampir sama apes nya dengan tahun lalu. Sedikit masalah yang terjadi adalah saat berangkat, dimana mobil avanza putih yang diisi gue, Adi (yang bawa mobil), Rendra, Mahe, Dista, Eki, Anida dan Tia ini ditabrak sama sepeda motor dari arah kanan. Alhamdulillah yang ada di dalam mobil semuanya baik-baik saja, yang mengalami kerusakan parah justru mobilnya, bodi mobilnya sedikit penyok dan baret, serta ban yang sobek.
Cukup masalah mobil dan keberangkatannya.

Tiba di Ciater malam hari, sekitar jam 11an malam (lupa juga jam berapa sampenya). Sebagian memilih 2 kamar di atas, sedangkan gue dan beberapa cewe-cewe pilih kamar satu-satunya di bawah. Entah suasana hati gue yang ga bagus, atau memang saat itu orang-orangnya lagi menyebalkan, gue pun memilih untuk TIDUR daripada ikut nyanyi2 sama senior-senior dan cowo-cowo.
Pagi harinya cewe-cewe yang tidur di kamar bawah masak buat orang-orang yang nginep disitu. Sayangnya tidur engga membuat suasana hati gue membaik, sehingga berdampak ke nasi yang gue masak, keras. Sampe selentingan bercanda dari salah satu senior yang bilang “Ehm... nasinya ‘lembut’ banget ya.” bikin gue emosi.

Tanpa banyak basa-basi (tapi penuh basa-basi bagi yang lainnya) acara dilanjutkan ke inti dari reor, yaitu pemilihan kepala suku. Tempat buat musyawarah reor ini pun bertempat di pinggir jalan, diatas bukit, pemandangannya bagus, tapi tetep aja, suasana hati gue masih engga bagus. Kandidat yang menjadi calon ketua Permata Lampung untuk kepengurusan tahun 2011-2012 ini adalah anggota Permata Lampung angkatan 2009 yang datang di acara reor ini. Kandidatnya adalah gue, Adi, Rahmat, Harry dan Dista.

Musyawarah untuk mufakat pada pemilihan kepala suku ini diawali dengan penjabaran visi dan misi dari masing-masing calon ketua. Intinya sih, semua kandidat kepala suku memiliki misi untuk memajukan Permata Lampung dari segala bidang, kecuali gue. Mungkin karena gue orang seni, ya gue pengen buat Permata Lampung jadi UKM seni. Dari awal memang keliatan sih kalo Adi merupakan calon tunggal kepala suku untuk periode 2011-2012, sehingga setelah panjang lebar menjelaskan visi dan misi, dan perdebatan panjang dari para pemilih, ditetapkan bahwa Achmad Adi Pranoto adalah kepala suku/ketua Permata Lampung untuk periode 2011-2012.

Setelah pemilihan kepala suku selesai, semua langsung siap-siap buat pulang ke Dayeuh Kolot lagi. Dan demikianlah acara reorganisasi kepala suku Permata Lampung IT Telkom, diharapkan pada jaman kepemimpinan Adi dapat membawa Permata Lampung mencapai masa kejayaannya...
...
...
Mungkin ceritanya kerasa biasa aja ya. Ya satu hal sih yang bikin jadi begini, suasana hati gue lagi ga bagus, baik pada saat acara reor berlangsung, maupun pada saat menulis postingan ini.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010 (bagian 2)

setelah melewati opening, ada rangkaian yang berada diantara opening dan closing. yaitu pasar rakyat.
di pasar rakyat ini Permata Lampung menjual keripik pisang khas Lampung yang memang sudah ditunggu-tunggu penggemar makanan manis ini.
---
------
---------
oke, gue bingung gimana ngelanjutin cerita tentang pasar rakyat, yang jelas ceritanya ya begitu...

dan sekarang masuk ke acara puncak, yaitu closing Pesona Budaya 2010.
closing ini konsepnya semacam operet gitu. ceritanya ada tuan putri yang dicariin jodoh sama orang tuanya. ajang pencarian jodoh ini dibuat dalam bentuk sayembara. nah pangeran dari 10 penjuru daerah menjadi peserta sayembara ini. dengan membawa seserahan berupa penampilan khas dari daerah masing-masing, pangeran-pangeran ini mencoba merayu hati sang putri.
tapi ditengah-tengah sayembara berlangsung, terjadi keributan antara pangeran dari Lampung dan dari Sunda. pangeran dari Jawa yang tadinya cuma mau melerai, jadi terlibat perkelahian juga dengan dua pangeran lainnya.
tapi adegan perkelahian ini tetap bisa disaksikan oleh anak-anak kecil tanpa harus takut ditiru, justru lebih bagus lagi kalo ditiru, soalnya adegannya justru mengundang tawa seisi GSG yang menonton acara closing ini.
hmmm... pengen tau kan gimana hebohnya di bagian scene tersebut?
tonton videonya disini.

dari Permata Lampung sendiri yang jadi pangerannya Achmad Adi Pranoto (2009). inilah orangnyaaaa.... jeng jeng jeng...
komen Adi, "Gue berasa kayak lagi karnival anak TK." emang Di, elo emang anak TK. tapi bukan wajahnya yang anak TK, tapi kelakuannya (‾˛‾")ƪ(˘-˘)
ngerayu Adi buat jadi pangeran jauh lebih sulit daripada ngediemin anak kecil yang lagi nangis meraung-raung. secara orang yang satu ini tuh alasannya banyaaakkk banget waktu disuruh jadi pangeran.
akhirnya dengan mengerahkan banyak massa untuk 'merayu' (mungkin lebih tepatnya memaksa), Adi mau untuk tampil di acara closing Pesona Budaya.

di acara closing ini juga permata boleh berbangga hati. kenapa?
soalnya dari 10 pangeran yang jadi utusan masing-masing UKM, pangeran dari Lampung ini yang paling cakep (meskipun mukanya ga Lampung banget), dan juga keunikan yang dimiliki pangeran satu ini ga dimiliki sama pangeran lainnya adalah ngelawak.
ngelawak?
ya ngelawak.
untuk penampilan yang seharusnya serius justru dikemas dalam bentuk yang menghibur dan tetap pada benang merah cerita operet yang ditampilkan.

pangeran Lampung ini juga satu-satunya pangeran yang tampil bawa rombongan. awal mulanya gara-gara Adi disuruh menampilkan adegan perkelahian dalam bentuk tarian. yak, gue buat semuanya dikemas dalam tarian, supaya lebih bagus aja sih. tapi salah satu anggota permata lain merasa ragu Adi mampu tampil sendiri. dengan sedikit "merayu", akhirnya Rahmat Yasirandi (2009) dan Harry Kurniawan (2009) ikut jadi "korban".
akting Adi yang merayu tuan Putri dengan keripik pisang khas Lampung juga membangkitkan semangat penonton untuk tetap menyaksikan kelanjutan ceritanya, walaupun tampilnya nyaris tengah malam.
dan inilah tampilan mereka bertiga sebelum pentas.

walaupun mereka bertiga ini belum pernah tampil tari sebelumnya, tapi tetap mereka bisa menampilkan apa yang mereka punyai dan mampu menghibur penonton closing pesona budaya pada malam itu.

---

bagian dibawah ini gue bakal sedikit narsis. kenapa? soalnya pada bagian ini gue yang menjadi pengisi acaranya. hehhee...
pada intinya, gue dan ketiga lainnya tampil sebagai persembahan yang dibawa oleh sang pangeran dari Lampung untuk memikat tuan putri. tarian yang dibawakan kami ini namanya Tari Bedana Kreasi.

tarian ini bercerita tentang muda mudi di Lampung yang saling bercengkrama. walaupun tampilnya tengah malam, tapi kami tetap semangat menampilkan tarian ini.
orang-orang yang tampil di acara puncaknya adalah Deni Saputra (2010), Rahmah Niyati (2009), Danica Thea Marella (2009), dan Dimas Frandisyah Putra (2008).

disitu cewenya cantik-cantik kan???

---

mungkin sampe disini dulu cerita tentang pesona budaya 2010nya. dan gue akan update tentang pesona budaya 2011 \(´▽`)/

reader : ("¬_¬) beneran nih bakal update?
gue :
┐(ˇ .ˇ")┌ ga tau yaaa...~~~
reader :
(-o¬_¬)—o (✗_✗) AWAS AJA KALO ENGGAAA!!!
gue :
(╥﹏╥) oke oke gue update, ditunggu yaaa update nyaaa ~(˘▽˘~) (~˘▽˘)~

nih, skalian dikasih bonus, foto gue cantik
(з´⌣`ε) #siapinkresek
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010

halooo...

setelah beberapa bulan tidur panjang dari aktivitas blogging, akhirnya gue kembali membawa beberapa cerita.
yak, setelah kesibukan gue bertambah jadi beberapa kali lipat dari biasanya, jadinya blog ini sedikit bersarang laba-laba dan debuan gitu deh (˘_˘'!)

sebenernya ini tuh cerita dari 1 tahun lalu...
beneran deh, dari 1 tahun lalu nyimpen cerita ini tapi ga sempet untuk diceritain di blog.
ceritanya tentang pesona budaya.

sejak tahun 2009 Permata Lampung IT Telkom mulai mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh BEM KBM IT Telkom. (cerita tentang pesona budaya 2009 lihat disini)
kita sebagai anggota Permata Lampung boleh bangga lho, soalnya kita disini sebagai KOMUNITAS atau PERKUMPULAN pertama yang diikutsertakan dalam event budaya ini. yang kemudian disusul oleh Kombotel tahun 2010 dan IKRAR tahun 2011.

pada Pesona Budaya 2010 tahun lalu, acara ini dibuat dalam 3 rangkaian. dan gue merasa sangat bangga (sebagai anggota Permata Lampung dan kordinator Divisi Seni dan Budaya tentunya) karena dari 3 rangkaian acara ini Permata Lampung mampu menampilkan 4 tarian dengan sukses ‎*\(‾▿‾)- -(‾▿‾)/*

rangkaian acara Pesona Budaya diawali dengan arak-arakan. rute arak-arakan Pesona Budaya ini dimulai dari depan ATM IT Telkom - sepanjang jalan Telekomunikasi sampai bundaran IT Telkom - kembali ke ATM. dan inilahhh para pengisi arak-arakan dari Permata Lampung.


gimana? ganteng dan cantik kan pengisi arak-arakannya. diatas dari kiri ke kanan ada Adi Ramadhan (2009), Wulan Damayanti (2009), Ajie Tri Hutama (2009), Asri Khoirunnisa (2009), Nanda Septiana (2010) dan Rendra Laksmana (2010). dibawah ada Dimas Frandisyah Putra (2008).

di acara arak-arakan ini juga gue sukses menyeret Adi dan Rendra yang 'katanya' engga bisa nari. tapi setelah tampil, penampilan mereka bagus dan sukses membawakan Tari Melinting sebagai pengiring pasangan muli mekhanai dari Lampung. Ajie dan Nisa yang juga tadinya 'malu-malu' buat tampil, bahkan bisa menampilkan fashion show yang bagus (disini Nisa bener-bener jadi cewe lho, hahaha).

dalam 1 hari yang sama, seusai acara arak-arakan, semua langsung menuju ke opening pesona budaya yang berlangsung di GSG IT Telkom.

penampilan Permata Lampung untuk opening Pesona Budaya adalah Tari Sigeh Pengunten. tarian ini memang digunakan untuk penyambutan tamu agung. dan penari-penari cantik yang membawakan tarian tersebut adalahhh....


dari kiri ke kanan ada Eki Fitra Sutifani (2010), Betty Mutia Putri (2010), Ratri Mayra Maherani (2010), Niken Ayu (2010) dan Anida Putri Bhakti Pertiwi (2010).

kalo kelima penari ini ga pake 'dibully' dulu untuk diajak tampil. mereka dengan senang hati menjawab 'iya' waktu diminta untuk mengisi opening Pesona Budaya 2010. sama seperti arak-arakan, mereka juga sukses membawakan tarian cantik asal Provinsi Lampung tercinta.

(bersambung) ~biar mirip sinetron
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung IT Telkom di Ranca Buaya

Sekian lama belum posting, akhirnya dapet juga cerita buat gue publish di blog aneh ini. Dan kali ini, nambah lagi pengalaman gila dan ekstrim gue di Bandung. Setelah 2 minggu berkutat dengan Ujian Tengah Semester, akhir minggunya ditutup dengan acara Re-organisasi Permata Lampung IT Telkom.


Acara re-or ini diadain tanggal 17-18 April 2010 di Ranca Buaya, Garut. Dan selama 2 hari itu banyak banget hal-hal yang dibilang seru, keren, ekstrim, mantep de el el. Sebenernya dimana sih Ranca Buaya itu? Kalo kata Eri sih, Ranca Buaya itu di Kabupaten Garut. Kenyataannya, waktu udah nyampe di villa dan pas ngeliat di GPS HP kak Aris, posisi Ranca Buaya itu kalo di peta Jawa Barat dari kota Bandung ditarik garis lurus ke arah selatan dan mentok di pinggir laut, disitulah kami kemaren ngabisin liburan 2 hari yang seru abis. Dan beginilah ceritanya.

Sabtu,17 April 2010
Setau gue sih acaranya itu jam 9,salah liat jadwal kali ya gue. Tapi ternyata pas hari jumatnya dijarkom kalo berangkat ke Ranca Buaya jam 14.00 a.k.a jam 2 siang. Emang dasar kebiasaan,gw yang udah siap dari jam setengah 2 harus nungguin yang lain yang ternyata baru keluar jam 2 dari kosannya, ‘on time’ banget ya. Dan jam 2 itu gw, Dimas, kak Baran dan kak Imam baru keluar dari kosan ke tempat ngumpul. Udah nyampe sana kirain bakal langsung berangkat, taunya nunggu mobil dulu karena belum dateng. Jadinya, jam keberangkatan yang harusnya jam 2 siang jadi molor 2 jam, jam 4 sore itu baru mulai berangkat. Yang ikut acara re-or ini ada 17 orang anggota (+1). Dan dari sekian banyak itu, ceweknya dikit banget. Ada 4 orang angkatan 2009 (gue, Wulan, Rahma dan Tondi), 4 orang angkatan 2008 (Dimas, Refri, Adit dan Harie), 3 orang angkatan 2007 (Eri, Andre dan Mba Gata), 2 orang angkatan 2006 (Kak Aris dan Aan), 2 orang angkatan 2005 (Kak Baran dan Kak Rengga), plus 2 alumni (Kak Imam dan Kak Desta).

Pas awal berangkat, disiapin 3 mobil. Di mobil 1, avanza hitam, ada Harie (dan ceweknya) yang bawa, Wulan, Rahma, Tondi dan Adit. Di mobil 2, avanza hijau tosca, ada Kak Baran yang bawa, Kak Desta, Kak Imam, Kak Rengga, Mba Gata, Aan dan Eri. Dan mobil 3 *mobil paling keren (azeee...), avanza silver diisi dengan penumpang paling dikit, tapi tetep aja di paling belakangnya banyak barang-barang, ada Kak Aris yang bawa, Andre, Refri, Dimas dan gue. Awalnya isi mobil 3 itu cuma 4 orang, plong banget kan? Tau-tau si Refri yang tadinya di mobil 1 disuruh Eri pindah ke mobil 3. Untung juga sih Refri yang dipindahin, jadi isi mobil tuh gak sepi-sepi banget.

Perjalanan pun dimulai, dan (perasaan gue) banyak banget nunggunya. Mobil 3 yang pertama kali jalan diikutin mobil-mobil lain ternyata kehilangan jejak. Awalnya ditungguin di pintu tol Buah Batu, tapi ternyata gak muncul-muncul, cabcus deh ke tol. Di tol, kak Aris yang bawa mobil kecepatan 110 km/jam aja masih bisa diduluin sama travel Cipaganti (ckckck). Begitu keluar di pintu tol Cileunyi, baru nungguin rombongan mobil 2. Setelah mobil 2 dateng, masih ada mobil 1 yang ditungguin, soalnya mereka ke GerLong dulu nganterin ceweknya Harie. Hampir setengah jam ditungguin gak muncul-muncul, 2 mobil ini jalan duluan ke Garut. Tapi sebelumnya, mampir dulu ke tempat tahu sumedang. Tiba-tiba waktu mobil 3 lagi parkir ada orang gila ngetok-ngetok kaca samping kak Aris, tapi dibiarin aja, pindahlah orang gila itu ke mobil 2 yang ada dibelakangnya. Gak tau kenapa tu orang gila balik lagi ke mobil 3, karena takut kaca mobil di pecahin sama tu orang gila, kak Aris ngasih seribu sambil rada-rada takut gitu, haha.

Setelah beli tahu sumedang, perjalanan ngelanjut lagi dengan posisi mobil 3 di depan mobil 2. Awal-awal jalannya masih iring-iringan, terus mulai diduluin beberapa mobil dan waktu di pengalihan jalan akhirnya mobil 2 ketinggalan jauh di belakang. Masuk Kabupaten Garut itu tepat magrib, jadi berhenti dulu di SPBU pertama setelah masuk Kabupaten Garut buat nungguin mobil-mobil lainnya. Mulai dari sini nih, sinyal CDMA ilang dan 2 hari bertahan tanpa dihubungi orang. Mobil 2 nyampe setengah jam kemudian gara-gara navigatornya si Aan salah ngasih info, nyasarlah mereka-mereka ini, dan mobil 1 setengah jamnya lagi, juga nyasar ternyata kaya’ mobil 2. Berarti mobil 3 yang paling beruntung. Istirahat-istirahat dulu, solat dulu, pokoknya santai-santai dulu sebelum tau bakal ngelewatin perjalanan yang dibilang cukup serem buat pengemudi amatir. Sebelumnya kak Aris dan Eri nanya sama mas-mas yang di SPBU jalan ke Pamengpeuk, katanya jalannya itu sempit dan sedikit gak aman, ditawarin mending ke Pangandaran aja. Tapi karena semua udah pada penasaran banget ke Ranca Buaya, akhirnya cabcus juga dengan modal nekat (padahal gak tau Ranca Buaya itu dimana). Katanya, perjalanan ke Ranca Buaya tinggal 4 jam lagi, taunyaaa…

Karena kak Aris yang nanya, jadinya mobil 3 yang juga ada gue didalamnya jalan duluan, jadi petunjuk jalan + pembuka jalan lah ceritanya. Sepanjang perjalanan ngeliat martabak telor dipinggir kanan kiri (sempet pengen). Terus kak Aris bilang, “Malem-malem gini enaknya makan PopMie.” Jadi niatlah pengen nyari PopMie. Pas ada warung sempet pengen berhenti, tapi warungnya rada serem-serem gimana gitu. Si Andre pake nakut-nakutin gitu “Ntar paginya lewat sini udah gak ada itu warungnya.” Hiiiy… Udah agak jauh, masuklah ke jalan yang dibilang ekstrim. Tikungannya tajam, gak ada lampu dan gak ada pembatas jalan. Dan kanan kirinya itu cuma gelap aja, gak tau kanan kirinya itu apa, mungkin jurang yang gede banget dan kalo nyemplung (plung trus aaaaaaaaa trus bruk dan paginya masuk koran). Berhubung gue orangnya mabok perjalanan, apalagi kalo jalannya goyang kanan-goyang kiri, tambah deh, akhirnya jam 10 malam berhenti dulu di tempat makan. Tadinya pada gak mau makan, tapi waktu ngeliat Dimas sama kak Desta mesen PopMie, baru yang lainnya pada ikutan makan. Abis makan baru ngelanjutin perjalanan lagi. Tapi sayang, gara-gara minum obat, jadinya gue tidur sepanjang perjalanan sampai Pamengpeuk. Gue bangun lagi tuh pas mulai nyari jalan ke Ranca Buaya. Katanya belum pernah ngeliat plang nunjukin Ranca Buaya, tapi akhirnya ada juga. Disini nih sedikit ada masalah, mobil 2 keabisan bensin, jadi lari lah Eri ngetok rumah warga nanya dimana beli bensin, katanya ada warung 24 jam, tapi nyari warungnya itu, jauh banget ternyata dari tempat awal mula ada plang Ranca Buaya. Mana itu keadaannya tengah malem lagi. Nah berhubung udah tengah malem lewat, jadi gue ganti tanggalnya dulu.

Minggu, 18 April 2010
Untungnya masih bisa ketemu bensin dan mobil 2 bisa berangkat lagi. Udah ganti hari juga masih aja rombongan jalan-jalan ini belum nyampe ke tujuan, memang sih plangnya nunjukin Ranca Buaya 25 KM, jadinya perjalanannya itu kira-kira masih setengah jam-an lagi. Karena kanan kirinya gelap banget, jadi gak tau apa isinya, yang jelas cuma kedengeran suara air yang kaya’nya sih itu ombak gede banget. Sepanjang jalan banyak banget jembatannya, ada banyak banget jembatan kecil dan 14 jembatan besi (*gue itung pas pulangnya) yang horror banget kalo dilewatin malem-malem. Akhirnya (kalo gak salah, kata Adit) setengah 2 itu baru buka pintu villa. Nginepnya di Neglasari Beach Villa. Sampai di villa juga gak langsung tidur, masak-masak dulu. Jadi malemnya si Eri sama Wulan yang bakar ayam, sempet kebagian ayam juga sih gue, nyomot punya kak Baran sama kak Aris. Dan dari dapur inilah muncul gosip-gosip di antara anak-anak ini. Baru jam 3 gue tidur, niatnya sih pengen guling-guling aja, taunya ketiduran nyenyak dan setengah 6 udah dibangunin mba Gata aja. Pas lagi nungguin Rahma selesai solat, sempet nguping pembicaraan cowok-cowok di depan lah gw. Ada kak Imam yang lagi heboh cerita soal kerjaannya.

Selesai solat, Dimas manggil ngajakin ikut yang laen, ke laut pagi-pagi. Dan gilaaa… ombaknya gede banget, cocok dah kalo mau selancar. Malah ada yang bilang, “Ini sih samudra.” Sangking gedenya ombak itu. Pas lagi di laut, tiba-tiba Refri di telpon sama orangtuanya yang ternyata lagi di Bandung, mau surprise lah ceritanya, gara-gara Refri gak bilang kalo acaranya nginep, jadinya gak tau lah orangtuanya si Refri ini kalo anaknya lagi berada di tempat yang jaraknya 8jam dari Bandung. Setelah liat-liat bentar, balik lagi ke villa semuanya buat makan. Ternyata pas ke laut pagi-pagi itu ada yang kurang. Kak Baran bilang “Pas gue liat mobil kok kacanya kebuka, baru inget gue Aan gak ikut.” Haha, gara-gara Aan tidurnya misah sendiri, jadinya dia gak ikutan ngeliat kerennya tuh laut pagi-pagi. Karena cuma ada mie, akhirnya makan mie instan aja disana. Baru masak 6 mie pertama, udah diserbu sama rombongan cowok-cowok yang udah kaya’ pengungsi kelaperan. Akhirnya masak lagi 6 mie kedua, baru terakhir yang cewek-cewek yang makan. Padahal kemarennya gue belum ketemu nasi sama sekali, dan cuma makan mie doang sampai hari ini, parah banget. Kebayang usus gue udah seimut rambut gue bentuknya. Tadinya sih gue berniat buat mandi dulu baru ke laut, tapi daripada gue gak ada baju lagi buat balik, jadinya cuma ganti baju aja baru ke laut.

Abis makan, baru ke acara intinya. Pemilihan Kepala Suku baru untuk masa abdi 2010-2011. Pemilihannya di pinggir laut, ditemenin debur ombak yang gede-gede itu, rasanya gue tuh kaya’ mau diseret aja gara-gara ombak. Calon kepala suku baru ada 4, Dimas, Harie, Adit dan Refri. Mereka disuruh nyebutin visi dan misi sambil dihantam ombak. Dan melalui diskusi yang cukup panjang dan voting akhirnya terpilihlah kepala suku yang baru, Harie Andrian. Selebrasinya sih sederhana aja, cuma di lempar-lempar pasir. Sayangnya di pantai ini gue yang paling apes, sendal gue ilang keseret ombak. Yang laen juga sendalnya pada keseret ombak, tapi yang laen masih beruntung soalnya sendal mereka pada balik lagi. Gara-gara frustasi (lebaaay), gue jalan gak liat-liat lagi dan jeduuug… kepala gue kejedut pohon waktu gue lagi jalan. Pas gue sama Dimas mau balik ke villa, ngeliat kak Aris, kak Baran, Andre dan Eri lagi nantang ombak, eh si Dimas ikutan. Jadinya ngeliatin bolang-bolang itu ngejer-ngejer ombak dulu sebelum balik ke villa.

Di villa lagi ngantri kamar mandi, dan gue dapet antrian terakhir buat mandi. Gara-gara dibilangin ngejer waktu, gue mandi secepet-cepetnya biar gak ditinggal. Dan akhirnya (niat) pulang juga. Mobil 3 a.k.a mobil yang ada guenya berangkat duluan, baru diikutin mobil 1. Baru 5 jembatan dilewatin, tau-tau orang di mobil 2 nelpon nyuruh muter balik. Berhenti lah di pinggir jalan yang ternyata pemadangannya keren banget. Jadi foto-foto dulu disini. Dan disini juga lah pengalaman-pengalaman lucu terjadi.

Awalnya sih gue gak mau ikut turun ke lautnya, makanya gue jadi tempat penitipan kunci mobil. Tapi karena yang lain pada turun dan gue gak mau sendirian, ikutan turun juga gue akhirnya. Jalan turunnya ekstrim banget, mana licin batu-batunya gara-gara banyak lumut, udah gitu pinggir-pinggirnya banyak duri lagi (nyangkut malah durinya di tangan gue). Denger cerita katanya pertama kali yang jatoh di batu licin tuh Eri, terus diikutin jalannya Eri itu sama Andre, dan jatoh juga dianya. Udah 2 yang jatoh masih aja diikutin sama kak Aris, dan jatohnya ampe salto (katanya). Baru pas kak Aris jatoh dibilangin jangan lewat situ lagi. Dan ternyata tempat mereka jatoh itu tempat yang tadinya mau gue lewatin, tapi belum sempe gue turun udah dimarahin guenya.

Setelah sesi pemotretan yang cukup panjang, baru balik lagi ke mobil. Pas lagi jalan pulang, ada lagi korbannya, kali ini Wulan yang jatoh gara-gara ngikutin jalannya Adit. Pas mau jalan lagi, ternyata Wulan jatoh lagi, Andre sampe ngakak ngeliat Wulan jatoh 2 kali (tegaaa Andre ini). Baru perjalanan pulang dimulai. Sepanjang jalan di mobil tuh pada tidur semua, kecuali gue sama kak Aris (kalo kak Aris tidur tewas semua seisi mobil itu nyemplung jurang). Ternyata pemandangan malem yang gelep banget itu tenyata kalo diliat siang keren juga. Cuma mengerikan aja jurangnya. Mana jalannya bolong-bolong dan kak Aris selalu milih ngelewatin lubang daripada ngejauhin lubang. Mungkin niatnya mau bangunin yang pada tidur, tapi malah yang tidur ya tetep asik aja tidur, gue yang bangun malahan yang kejedut kaca. Sepanjang jalan ribut kelaperan semua, dan susah banget nyari tempat makan tapi akhirnya emang ketemu juga. Tempatnya di Rumah Makan Sari Cikajang. Mungkin tempat makan ini bisa dibilang penyelamat bagi perut-perut kelaperan kami yang dari hari sabtu belum ketemu nasi sama sekali. Udah gitu nasinya enak banget, mantep deh, rasanya enaaaaak banget bisa makan nasi. Begitu parkir, ternyata mobil yang ada gue didalemnya ini bannya gembung, kalo dibiarin bisa pecah ban dan habislah nyawa kami berlima didalemnya itu. Untungnya ada ban serep, jadi abis makan ganti ban dulu baru ngelanjutin jalan lagi. Dan jalannya ngikutin GPS dari HP kak Aris.

Pas lagi jalan, ada bunyi-bunyi yang mengerikan gitu dari bawah, kaya’ bunyi ban kendor gitu. Mana pas jalan ditakut-takutin lagi “Kalo ban belakang mah gak seberapa, ban depan lepas baru guling-guling.” Nah lo, kebayang kan stress nya gue di dalem mobil itu. Karena sempet berhenti dulu, mobil 3 ketinggalan. Tapi emang karena yang bawa udah kaya’ pembalap F1, justru duluan sampe di IT Telkom. Huff… sampe juga ke tempat asal gue jam setengah 8 malem. Alhamdulillah gak ada yang kenapa-kenapa, cuma sendal aja ilang (hiks…). Sampe di kampus, belum langsung balik, masih itung-itungan dulu buat nambahin denda mobil sewaan yang ternyata ngaret sekitar 5 jam-an dari waktu peminjaman. Waktu lagi itung-itungan itu kan ada kak Ariza dateng, tadinya kan kak Ariza sempet mau nyusulin, untung gak jadi. Kalo jadi bisa stress dia bawa mobil sendirian ke Ranca Buaya. Jadinya malem itu sempet ngiri-ngiriin kak Ariza gitu, hehe. Dan disitu juga keliatan muka-muka butek pengemudinya, mulai dari kak Baran, kak Aris sama Harie. Udah gitu penderitaan mereka belum selesai, masih harus ngebalikin mobil rentalan itu lagi ke Dago, bayangkan DaKo-Dago??? Jadinya cuma bisa ngasih semangat aja ke kak Aris dan Harie yang harus ngebalikin mobil itu lagi. Dan… sampailah gue ke kosan, dan tempat tidur gue bener-bener berasa surga banget malem itu.

Oiya, pesen gue buat pembaca blog ini yang berniat buat jalan-jalan ke Ranca Buaya, mending berangkatnya pagi aja, jangan malem. Soalnya pas malem-malem jalannya tuh ekstrim banget. Selip dikit nyemplung jurang deh. Tapi beneran, gue bener-bener dapet pengalaman seru dari jalan-jalan itu. Dan satu lagi

SELAMAT KEPADA “HARIE ANDRIAN” ATAS TERPILIHNYA SEBAGAI KETUA PERMATA LAMPUNG IT TELKOM 2010-2011

Lagi deh, sejujurnya gue gak nyesel ikut jalan-jalan ini, bener-bener pengalaman yang seru banget di tahun 2010 setelah tahun baruan ke Caringin Tilu. Biaya perjalanan rata-rata hampir abis 200ribuan lah buat jalan-jalan ini. Karena waktu gue di Bandung masih cukup panjang, semoga aja masih bisa buat jalan-jalan ke tempat-tempat keren lainnya di Bandung.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Roadshow dan Try Out SMBB 2010 oleh Permata Lampung IT Telkom

Seperti kegiatan tahun-tahun sebelumnya, Permata Lampung IT Telkom mengadakan Roadshow dan Try Out SMBB 2010 untuk siswa-siswa SMA di Bandar Lampung. Roadshow yang dilaksanakan selama 2 minggu mulai 18 Januari 2010 s/d 30 Januari 2010 ini ditutup dengan acara Try Out SMBB pada tanggal 31 Januari 2010. Pada Roashow 2010, beberapa SMA negeri dan swasta dikunjungi dalam rangka promosi kampus. SMA-SMA yang dikunjungi adalah
1. SMA Negeri 1 Bandar Lampung
2. SMA Negeri 2 Bandar Lampung
3. SMA Negeri 3 Bandar Lampung
4. SMA Negeri 4 Bandar Lampung
5. SMA Negeri 5 Bandar Lampung
6. SMA Negeri 7 Bandar Lampung
7. SMA Negeri 9 Bandar Lampung
8. SMA Negeri 10 Bandar Lampung
9. SMA Negeri 12 Bandar Lampung
10. SMA Negeri 14 Bandar Lampung
11. SMA Negeri 15 Bandar Lampung
12. SMA YP Unila Bandar Lampung
13. SMA Al Azhar Bandar Lampung
14. SMA Al Kautsar Bandar Lampung
15. SMA Fransiskus Bandar Lampung
16. SMA Perintis 2 Bandar Lampung
17. Sekolah Darma Bangsa Bandar Lampung

Acara Roadshow ke sekolah-sekolah ini juga mendapat sambutan yang cukup bagus dari siswa-siswa SMA, terbukti dengan antusiasnya mereka mendengarkan presentasi dari mahasiswa IT Telkom.

Selain Roadshow ke sekolah-sekolah, rangkaian acara lainnya adalah Try Out SMBB 2010. Try Out yang merupakan acara gabungan antara IT Telkom dan IM Telkom. Acara yang disponsori oleh 3, Ganesha Operation dan Sosro ini diikuti 192 peserta dari beberapa SMA di Bandar Lampung. Try Out ini diadakan pada tanggal 31 Januari 2010 kemarin di Aula STMIK Darmajaya.

Selain Try Out, kegiatan lain yang terdapat dalam acara ini adalah game 1 dimension puzzle. Kegiatan game yang dilakukan ini cukup menarik minat peserta, terbukti dari antusiasnya para peserta yang mengikuti game ini. Try Out yang diadakan oleh IT Telkom dan IM Telkom ini bukan Try Out biasa, disini merupakan Try Out yang soal-soalnya langsung diberikan dari rektorat IT Telkom dan merupakan simulasi dari Ujian Tulis SMBB Telkom 2010.

Peringkat utama pada Try Out ini mendapatkan 1 buah HP, dan beberapa peserta mendapatkan doorprise menarik dari sponsor.

Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

tahun baruan di CarTil

Ada yang beda sama tahun baruan gue kali ini. Kenapa? Pertama sama siapa gue ngerayainnya. Kedua tempat gue ngerayainnya. Ketiga apa yang gue lakuin waktu tahun baruannya. Dan untuk mendapatkan jawabannya, mari kita menganalisa masing-masing data.

Pertama, gue ngerayainnya bareng sama anak-anak Permata Lampung IT Telkom. Beberapa hari sebelum tahun baruan semuanya dijarkom buat ikutan acara Tahun Baruan bareng Permata. Tapi gak tau alasannya apa, begitu hari H, cuma gue seorang lah yang angkatan 2009nya. Apa gak over eksis tuh guenya?

Kedua, tempat gue ngerayain tahun baruan di kosannya Lisa. Kosan Lisa di PGA yang jadi tempat anak-anak Permata buat ngelewatin pergantian tahun 2009 ke 2010. Kenapa milihnya di kosan Lisa? Kalo ini sih gue gak tau, yang jelas dijarkomannya disini kok. Apa karena kosan Lisa termasuk posisi yang strategis? (tulisan strategisnya diBold, Italic, dan Underline. Berartiii??? Ya tau lah ya maksudnya, haha). Tapi gak dink, karena di depan kosan Lisa ada tanah kosong yang cukup luas yang bisa dijadiin arena bakar-bakaran anak Permata malem itu. Atau mungkin karena kosan Lisa deket sama kosan kepala suku, jadi dia gak usah jauh-jauh jalan atau repot-repot minta jemput sama orang? Kalo ini sih gue gak tau yaaa.

Ketiga, apa aja yang gue lakuin waktu tahun baru. ya standard lah, nungguin jam 12 trus bilang “Happy New Year All”.

Zzz…zzz…krik…krik…krik…

Ya gak lah, gak segaring itu. Kalo gitu doang mah mending gue tidur di kosan aja, trus jam 12 bangun, trus tidur lagi, trus bangun lagi, trus tidur lagi, trus kok lama-lama malah jadi Mbah Surip ini?

Lha trus di kosannya Lisa ngapain? Pasti para pembaca pada nanyain gitu ya. Disana sambil nunggu jam 12 bakar-bakaran. Bakar ayam, bakar sosis, untung gak bakar kosan Lisa, kalo gak masa dia harus tinggal di kosan yang belakangnya, itu kan kosan masa depan (tanya kenapa?). Waktu ngebakar -bakar itu, banyak lah yang mulai bereksperimen gak jelas, masa iya ada menu baru Ayam Bakar F*nta, untung pada gak mabok tu orang-orang.

Begitu lewat jam 12, dan si kepala suku sedikit cuap-cuap ngucapin Happy New Year ke semuanya, acara masih dilanjutin sambil gitaran ga jelas dan maen tebak-tebakan ngasah otak yang gak penting. Kenapa gitu? Soalnya kalo udah tau cara ngejawab teka-tekinya pasti mikir “ish cuma gitu doang”. Contohnya nih, klunya “kalo dani itu seribu, seribu itu gratis”, pertanyaannya “kalo dani cantik berapa?” -narsist mode ON-. Hayooo, pembaca pada tau jawabannya gak? Kalo tau di komen ya, ntar ada hadiah piring cantik buat yang bisa jawab. Hadiahnya bisa diambil di toko peralatan pecah belah dengan menebus sejumlah harga barang yang diambil, ada yang bisa jawab gak nih?

Oke, cukup dengan bahasan gak penting tentang teka-teki bego’nya. Kapan cerita tentang CarTilnya nih? Yaudah, masuk ke cerita intinya. Begitu udah jam 2an, ada yang ngasih ide gimana kalo liat sunrise di CarTil a.k.a Caringin Tilu. Dan karena yang lainnya pada mau, nyari kendaraan lah orang-orang ini, dan pada tau gak apa kendaraannya? Angkot! Yap, perjalanan ke Caringin Tilu naek angkot. Bisa ngebayangin gak tu angkot dibawa naek gunung. Pasti mikirnya pada gak ketanjak kan tu angkotnya? Kenyataannya emang tu angkot gak kuat nanjak di tanjakan vertical limit di CarTil. Trus? Apakah putus asa gak bisa naek ke puncak? Ya gak lah, dengan kekuatan super, semuanya mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra (lho kok jadi Ninja Hatori?). Tapi bercapek mendaki gunungnya kebayar lunas sama pemandangan sunrise paling keren yang pernah gue liat.

Begitu udah selesai trus pada ngapain? Ya balik lah begitu udah selesai, emangnya mau ngapain lagi?

Jadi, begitulah ceritanya tentang tahun baru gue yang unik abis. Sebelumnya kan gue gak pernah tuh subuh-subuh ngedaki gunung cuma buat liat sunrise. Ya, semoga tahun 2010 ini bakal secerah sunrise yang gue liat di awal tahun. Ceileeeh.

Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pesona Budaya 2009, Langkah Awal Menjadi UKM Permata

untuk mahasiswa IT Telkom, mungkin nama Permata Lampung sudah tidak asing lagi. perkumpulan mahasiswa asal Lampung ini memang sedang dalam tahap persiapan untuk menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di IT Telkom. dan kemarin baru saja Permata Lampung untuk pertama kalinya tampil pada event bergengsi tingkat kampus ini.

bisa dilihat gambar disebelah ini. cukup dibanggakan karena Lampung menjadi satu-satunya perkumpulan yang ikut serta dalam acara ini, sedangkan para pengisi acara yang lain merupakan UKM yang memang sudah memiliki nama besar, namun para anggota dari Permata Lampung tidak berkecil hati. justru berbanggalah karena disandingkan dengan UKM lain yang sudah memiliki nama.


saat ini Permata Lampung sedang diproses untuk menjadi UKM resmi di IT Telkom. jadi, teruskanlah apresiasimu di perkumpulan ini. hidup PERMATA LAMPUNG.

Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments