serius ini ga penting

beberapa hari yang lalu, salah satu anak kosan gue ngajak buat foto-foto. kurang tau juga kesambet setan
apa tiba-tiba gue juga mau (atau karena sebenernya gue emang narsis makanya mau).

ternyata, cari baju yang mau dipake untuk pemotretan susahnya sama kayak nyari cowo paling ganteng diantara ribuan cowo ganteng lainnya.

tapi setelah beberapa menit ngubek-ngubek isi lemari, akhirnya gue tertuju pada satu baju yang gue rasa sih cocok-cocok aja buat gue.




Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010 (bagian 2)

setelah melewati opening, ada rangkaian yang berada diantara opening dan closing. yaitu pasar rakyat.
di pasar rakyat ini Permata Lampung menjual keripik pisang khas Lampung yang memang sudah ditunggu-tunggu penggemar makanan manis ini.
---
------
---------
oke, gue bingung gimana ngelanjutin cerita tentang pasar rakyat, yang jelas ceritanya ya begitu...

dan sekarang masuk ke acara puncak, yaitu closing Pesona Budaya 2010.
closing ini konsepnya semacam operet gitu. ceritanya ada tuan putri yang dicariin jodoh sama orang tuanya. ajang pencarian jodoh ini dibuat dalam bentuk sayembara. nah pangeran dari 10 penjuru daerah menjadi peserta sayembara ini. dengan membawa seserahan berupa penampilan khas dari daerah masing-masing, pangeran-pangeran ini mencoba merayu hati sang putri.
tapi ditengah-tengah sayembara berlangsung, terjadi keributan antara pangeran dari Lampung dan dari Sunda. pangeran dari Jawa yang tadinya cuma mau melerai, jadi terlibat perkelahian juga dengan dua pangeran lainnya.
tapi adegan perkelahian ini tetap bisa disaksikan oleh anak-anak kecil tanpa harus takut ditiru, justru lebih bagus lagi kalo ditiru, soalnya adegannya justru mengundang tawa seisi GSG yang menonton acara closing ini.
hmmm... pengen tau kan gimana hebohnya di bagian scene tersebut?
tonton videonya disini.

dari Permata Lampung sendiri yang jadi pangerannya Achmad Adi Pranoto (2009). inilah orangnyaaaa.... jeng jeng jeng...
komen Adi, "Gue berasa kayak lagi karnival anak TK." emang Di, elo emang anak TK. tapi bukan wajahnya yang anak TK, tapi kelakuannya (‾˛‾")ƪ(˘-˘)
ngerayu Adi buat jadi pangeran jauh lebih sulit daripada ngediemin anak kecil yang lagi nangis meraung-raung. secara orang yang satu ini tuh alasannya banyaaakkk banget waktu disuruh jadi pangeran.
akhirnya dengan mengerahkan banyak massa untuk 'merayu' (mungkin lebih tepatnya memaksa), Adi mau untuk tampil di acara closing Pesona Budaya.

di acara closing ini juga permata boleh berbangga hati. kenapa?
soalnya dari 10 pangeran yang jadi utusan masing-masing UKM, pangeran dari Lampung ini yang paling cakep (meskipun mukanya ga Lampung banget), dan juga keunikan yang dimiliki pangeran satu ini ga dimiliki sama pangeran lainnya adalah ngelawak.
ngelawak?
ya ngelawak.
untuk penampilan yang seharusnya serius justru dikemas dalam bentuk yang menghibur dan tetap pada benang merah cerita operet yang ditampilkan.

pangeran Lampung ini juga satu-satunya pangeran yang tampil bawa rombongan. awal mulanya gara-gara Adi disuruh menampilkan adegan perkelahian dalam bentuk tarian. yak, gue buat semuanya dikemas dalam tarian, supaya lebih bagus aja sih. tapi salah satu anggota permata lain merasa ragu Adi mampu tampil sendiri. dengan sedikit "merayu", akhirnya Rahmat Yasirandi (2009) dan Harry Kurniawan (2009) ikut jadi "korban".
akting Adi yang merayu tuan Putri dengan keripik pisang khas Lampung juga membangkitkan semangat penonton untuk tetap menyaksikan kelanjutan ceritanya, walaupun tampilnya nyaris tengah malam.
dan inilah tampilan mereka bertiga sebelum pentas.

walaupun mereka bertiga ini belum pernah tampil tari sebelumnya, tapi tetap mereka bisa menampilkan apa yang mereka punyai dan mampu menghibur penonton closing pesona budaya pada malam itu.

---

bagian dibawah ini gue bakal sedikit narsis. kenapa? soalnya pada bagian ini gue yang menjadi pengisi acaranya. hehhee...
pada intinya, gue dan ketiga lainnya tampil sebagai persembahan yang dibawa oleh sang pangeran dari Lampung untuk memikat tuan putri. tarian yang dibawakan kami ini namanya Tari Bedana Kreasi.

tarian ini bercerita tentang muda mudi di Lampung yang saling bercengkrama. walaupun tampilnya tengah malam, tapi kami tetap semangat menampilkan tarian ini.
orang-orang yang tampil di acara puncaknya adalah Deni Saputra (2010), Rahmah Niyati (2009), Danica Thea Marella (2009), dan Dimas Frandisyah Putra (2008).

disitu cewenya cantik-cantik kan???

---

mungkin sampe disini dulu cerita tentang pesona budaya 2010nya. dan gue akan update tentang pesona budaya 2011 \(´▽`)/

reader : ("¬_¬) beneran nih bakal update?
gue :
┐(ˇ .ˇ")┌ ga tau yaaa...~~~
reader :
(-o¬_¬)—o (✗_✗) AWAS AJA KALO ENGGAAA!!!
gue :
(╥﹏╥) oke oke gue update, ditunggu yaaa update nyaaa ~(˘▽˘~) (~˘▽˘)~

nih, skalian dikasih bonus, foto gue cantik
(з´⌣`ε) #siapinkresek
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010

halooo...

setelah beberapa bulan tidur panjang dari aktivitas blogging, akhirnya gue kembali membawa beberapa cerita.
yak, setelah kesibukan gue bertambah jadi beberapa kali lipat dari biasanya, jadinya blog ini sedikit bersarang laba-laba dan debuan gitu deh (˘_˘'!)

sebenernya ini tuh cerita dari 1 tahun lalu...
beneran deh, dari 1 tahun lalu nyimpen cerita ini tapi ga sempet untuk diceritain di blog.
ceritanya tentang pesona budaya.

sejak tahun 2009 Permata Lampung IT Telkom mulai mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh BEM KBM IT Telkom. (cerita tentang pesona budaya 2009 lihat disini)
kita sebagai anggota Permata Lampung boleh bangga lho, soalnya kita disini sebagai KOMUNITAS atau PERKUMPULAN pertama yang diikutsertakan dalam event budaya ini. yang kemudian disusul oleh Kombotel tahun 2010 dan IKRAR tahun 2011.

pada Pesona Budaya 2010 tahun lalu, acara ini dibuat dalam 3 rangkaian. dan gue merasa sangat bangga (sebagai anggota Permata Lampung dan kordinator Divisi Seni dan Budaya tentunya) karena dari 3 rangkaian acara ini Permata Lampung mampu menampilkan 4 tarian dengan sukses ‎*\(‾▿‾)- -(‾▿‾)/*

rangkaian acara Pesona Budaya diawali dengan arak-arakan. rute arak-arakan Pesona Budaya ini dimulai dari depan ATM IT Telkom - sepanjang jalan Telekomunikasi sampai bundaran IT Telkom - kembali ke ATM. dan inilahhh para pengisi arak-arakan dari Permata Lampung.


gimana? ganteng dan cantik kan pengisi arak-arakannya. diatas dari kiri ke kanan ada Adi Ramadhan (2009), Wulan Damayanti (2009), Ajie Tri Hutama (2009), Asri Khoirunnisa (2009), Nanda Septiana (2010) dan Rendra Laksmana (2010). dibawah ada Dimas Frandisyah Putra (2008).

di acara arak-arakan ini juga gue sukses menyeret Adi dan Rendra yang 'katanya' engga bisa nari. tapi setelah tampil, penampilan mereka bagus dan sukses membawakan Tari Melinting sebagai pengiring pasangan muli mekhanai dari Lampung. Ajie dan Nisa yang juga tadinya 'malu-malu' buat tampil, bahkan bisa menampilkan fashion show yang bagus (disini Nisa bener-bener jadi cewe lho, hahaha).

dalam 1 hari yang sama, seusai acara arak-arakan, semua langsung menuju ke opening pesona budaya yang berlangsung di GSG IT Telkom.

penampilan Permata Lampung untuk opening Pesona Budaya adalah Tari Sigeh Pengunten. tarian ini memang digunakan untuk penyambutan tamu agung. dan penari-penari cantik yang membawakan tarian tersebut adalahhh....


dari kiri ke kanan ada Eki Fitra Sutifani (2010), Betty Mutia Putri (2010), Ratri Mayra Maherani (2010), Niken Ayu (2010) dan Anida Putri Bhakti Pertiwi (2010).

kalo kelima penari ini ga pake 'dibully' dulu untuk diajak tampil. mereka dengan senang hati menjawab 'iya' waktu diminta untuk mengisi opening Pesona Budaya 2010. sama seperti arak-arakan, mereka juga sukses membawakan tarian cantik asal Provinsi Lampung tercinta.

(bersambung) ~biar mirip sinetron
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Rikas Harsa (Lampung), pemenang L-Men of the year 2010




Pekerjaan: Sales Manager
Tanggal Lahir: 7 Juli 1980
Hobi: nonton, motor besar, kuliner
Tinggi/berat: 176/ 68
Produk L-Men yang digunakan: L-Men Platinum

Jadwal Latihan :
Senin – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Selasa – bahu, tricep. Sore cardio abs
Rabu – jogging
Kamis – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Jumat- bahu, tricep. Sore cardio abs
Sabtu – jogging


Rikas (Lampung) – Sales Manager
Kecintaannya pada motor besar membuat pria ini mempunyai impian keliling Indonesia dengan mengendarai motor besar kebanggaannya. Bahkan ia pun memilih untuk bekerja menjadi seorang Sales Manager di sebuah perusahaan otomotif di Lampung. Namun karena tuntutan pekerjaan, ia harus rela menunda impian keliling Indonesianya untuk sementara, dan tetap merencanakan ikut keliling pulau Jawa dengan sebuah komunitas pecinta motor besar. Hidup 9 tahun di Negeri Kangguru untuk menempuh studi, Rikas juga mengaktualisasi dirinya dengan meraih puluhan medali kejuaraan karate, beberapa di antaranya memenangkan medali emas, perak dan perunggu dalam kejuaraan S.K.I.W.A (Shotokan Karate International of Western Australia) pada tahun 1999 silam. Dia pun pernah mengalahkan beberapa atlet nasional Australia. Nama Indonesia yang dibawa pun semakin dikenal di negeri seberang. Tak hanya itu, sepulangnya ke negeri sendiri, ia juga sempat menekuni boxing demi menjaga tubuh atletisnya.


Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sales door-to-door

Minggu 2 Mei 2010 kemaren first time gw ngerasain susah gampangnya jadi sales door-to-door. Ditolak orang secara tidak halus, dapet pembeli yang baek, de el el.

Tujuan jualan hari itu adalah nyari dana untuk acara himpunan yang bakal diadain dalam waktu dekat di bulan Mei ini. Yap, it’s Unity Nite. Acara tahunan yang (katanya) diadain tiap angkatan pertama di kampus. Dan kali ini angkatan gue lah yang beruntung buat ngadain acara itu. Spesifikasi acaranya sih gue emang ga seberapa ngerti banget (maklum gue cuma bagian dekor), tapi yang jelas inti dari acara itu adalah buat ngakrabin anak-anak Fakultas Rekayasa Industri khususnya angkatan 2009.

Ok, back to topic. Jualan? Apa sih yang gue jual kemaren?
Jawabannya adalah… jualan kue kering alias kue jajanan pasar. Kuenya dikemas dalam 1 kotak masing-masing berisi 15 buah kue, yang dijual Rp 25.000 per kotak. Dan dari modal ± 150 ribu rupiah, kami mendapatkan untung ± 200 ribu rupiah, untung besar saudara saudara… kebayang kan cuma ngejual kue aja bisa segitu untungnya. Mau tau rahasianya?

Rahasianya adalah…
Rahasianyaaa...
Rahasianyaaa…
Apa ya rahasianya?
Jawabannya adalah tidak ada rahasia. Yang jelas, disana kami keliling komplek dan datengin rumah warga satu per satu sambil bilang “Permisi Bu, Pak. Kami mau menawarkan kue kering.” Diiringi senyuman manis ala mba-mba SPG yang biasa nawarin produk rokok baru ke setiap mas-mas yang lewat di mall. Cuma bedanya kami ga pake pakaian seksi aja waktu jualan, ntar disangka bukan mau jualan tapi malah mau konser dangdut rakyat ala trio macan lagi. (stop stop, makin lama makin jauh aja dari benang merah).

Jualan kemaren dimulai dari pukul 07.00 WITT, sebenernya nunggunya dari jam segitu, namanya juga orang asli Indonesia, ga afdol kalo ga ngaret (padahal gue termasuk orang yang amat mentingin waktu, *narsis*), jadilah jualan itu dimulai (kalo ga salah) sekitar jam setengah 9an gitu.

Kami mulai datengin rumah tetangganya Fajar satu per satu. Dan pembeli pertama kue yang gue jual adalah orang yang paling bisa ngebangkitin semangat kami yang lagi jualan hari itu. Kenapa? Karena yang ngebeli adalah mba-mba cantik dan baik (loh kenapa gue jadi semangat? Sumpah gue masih perempuan normal yang masih suka sama manusia berjenggot a.k.a laki-laki *bukan bencong atau maho). Soalnya mba itu bayarnya 30rb dan waktu mau dikasih kembalian, mba nya bilang “Ga usah dek, ambil aja. Dulu saya juga pernah jualan kayak gitu soalnya (sambil tersenyum cantik).” Wuaaah… kebayang kan senengnya gue dan temen-temen gue saat itu gimana??? Andai setiap pembeli kayak mba itu, ga perlu capek-capek jualan saya, wkwk.

Next, gue dan temen-temen gue tetep ngiderin tu kompleks sampe semua kue yang ada di tangan laku terjual. Selain pembeli baek kayak mba-mba tadi, gue dan temen-temen gue juga ngadepin calon pembeli yang rese abis. Kenapa calon? Soalnya pembeli yang ga jadi beli. Baru sempet ditawarin tau-tau ngibasin tangan kirinya sambil bilang “Oh ga ga ga…” dan temen gue pun menjawab dengan “Oh ya makasih pak (dengan eskpresi yang udah bisa ditebak sebelumnya, bibir jadi monyong dengan nada bicara yang ogah-ogahan). Semoga bapak-bapak botak, bermobil dan berumah mewah itu diberi pencerahan (dan semoga itu bapak ga baca blog gue, wkwk).

Banyak yang bisa diambil dari jualan kemaren. Selain harus kompak dengan temen-temen gue untuk nyebutin harga, harus berani menawarkan ke orang-orang dan harus siap ditolak kalo ada yang ga mau beli. Dan itu ngebuat gue ngerasa, kadang kasian juga ya sama sales door-to-door, meskipun kadang mereka juga nyebelin. Soalnya mereka suka maksa (kami kemaren juga sih, hoho). Yang lebih ngeselin kalo ternyata mereka bukan sales door-to-door beneran, tapi pencuri/perampok yang nyamar, weeewww… lebih serem kan ini?

Ok deh, segini dulu cerita tentang pengalaman pertama gue jadi sales door-to-door yang ternyata dibumbui dengan manis, asem, asinnya nano-nano (eh salah! Maksudnya suka dan duka). Next time gue bakal cerita hal lain lagi tentang kampus gue :D
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments