Supermoon :)

Apa yang terbayang di benak pembaca blog gue ketika gue sebut kata "Supermoon"?
Pasti semuanya berpikir kalo Supermoon itu salah satu fenomena alam dimana bulan punya bentuk yang utuh atau bulat penuh...
Ga salah sih emang. Dan fenomena bernama Supermoon itulah yang melahirkan 6 orang yang cantik-cantik untuk menjadi penghuni ruang C315 selama periode 2011-2013...

Tepat maret 2011 lalu di salah satu kegiatan seleksi asisten, terjadi fenomena alam yang luar biasa bernama Supermoon. Untuk mengenang kebersamaan kami di malam Supermoon itu, makanya nama Supermoon dijadikan nama angkatan buat asisten 2009 yang terdiri dari 6 orang cewek SUPER. Karena Supermoon itu dimana semua cahaya berkumpul di satu titik jadi membentuk 1 bulan penuh, Supermoon ini juga semakin kuat kalo kami bersama, bersatu, berkumpul untuk menjalankan sesuatu. Termasuk kalo foto juga hasil terbaik ya kalo fotonya ngumpul...

Supermoon bukanlah suatu perkumpulan ibu-ibu pengajian (kata Cicak) atau ibu-ibu arisan (kata Alvin). Supermoon juga bukan segerombol orang dengan 1 karakter yang sama atau 1 daerah yang sama.

Gue yang berisik, mba Lils yang (kata praktikan) jutek, Resty Po yang kadang suka menghilang, Pitong yang suka pedot dan suka telat, Rintul yang cerewet bin rempong (tapi masih rempongan gue kayanya) dan Aracil yang kelakuan sama badannya sinkron alias sama-sama anak kecil bersatu dalam satu keluarga Supermoon.

Dan walaupun semuanya berasal dari daerah yang beda-beda, ada BE, DK, F, L, K dan B, tapi ga menghalangi Supermoon buat saling mengisi.


Hobi jalan-jalan, make up, ngutak ngatik jilbab, foto dan semua dijalanin bareng-bareng ngebuat cewek-cewek Super ini makin kompak. Ribut-ribut kecil itu biasa, gue kena marah juga udah biasa, yang jelas kita saling mencintai satu sama lain *uhuk.

Supermoon itu siapa aja sih???

Perkenalan satu-satu tentang Supermoon...
  1. Dimulai dari Kanjengnya Supermoon, yang paling tua di Supermoon dan Kordas APK&E 2012/2013. Namanya Linggarjaty Losmaritim, panggilannya Lilo, kodenya OWL, kelahiran 1 Maret 1991, asal dari Denpasar, Bali.
  2. Kemudian diikuti orang yang umur dan badannya sangat tidak sesuai. Namanya Dina Hanifarah, panggilannya Dina, kodenya ARA, kelahiran 15 Maret 1991, asal dari Jakarta.
  3. Jeda bulan yang cukup jauh, muncullah orang yang satu ini. Namanya Rini Handriyani, panggilannya Rini, kodenya RNH, kelahiran 14 September 1991, asal dari Pati, Jawa Tengah.
  4. Terus ada gue... Namanya Danica Thea Marella, panggilannya Dani, kodenya DNC, kelahiran 23 September 1991, asal dari Bandar Lampung, Lampung.
  5. Selanjutnya ganti tahun, dimana justru umur kecil bukan jadi penghalang untuk tumbuh. Namanya Intan Dwiwira Puspitasari, panggilannya Pita, kodenya IDP, kelahiran 21 Januari 1992, asal dari Surabaya, Jawa Timur.
  6. Dan yang paling muda dari semuanya. Namanya Resty Fauziah, panggilannya Resty, kodenya FZH, kelahiran 19 Februari 1992, asal dari Cianjur, Jawa Barat.
 Dan demikian sekilas cerita tentang cewek-cewek Super Cantik ini... Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

APK&E 2008-2009

inilah orang-orang luar biasa yang memenuhi hari-hari gue selama semester 5 kemarin.


Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Praktikum (part II)


Kenapa gue buat part II? Gapapa sih biar keren aja, hehehe. *plaaakkk* *digaplok sendal tetangga*

Kembali lagi ke cerita mengenai praktikum. Yang namanya praktikum itu pasti berkaitan dengan pemberi praktikumnya. Dalam hal ini, kita bicara tentang kampus gue, dimana pemberi praktikumnya yaitu asisten praktikum. Dan mungkin harusnya gue kasih judul post ini adalah “Asisten” bukan “Praktikum”.

Asisten ada banyak macamnya, tapi yang akan gue bahas disini adalah asisten praktikum.

Waktu gue berada di posisi praktikan, gue merasa asisten itu kereeennn bangeeettt... dan pada beberapa kesempatan gue merasa kakak-kakak asisten cowo yang tadinya manusia biasa bukan Superman, setelah jadi asisten tiba-tiba mereka memiliki aura ganteng. Kenapa aura ganteng? Karena kalo mereka memiliki Aura Kasih gue rasa mereka bakal pingsan gara-gara kekenyangan susu.

Oke barusan Mesum Level: Expert.

Selama jadi praktikan, selain gue menjalani kegiatan praktikum, gue juga menjalani kegiatan TP. TP yang disini bukan Tugas Pendahuluan yang diberikan sama salah satu lab, melainkan TP=Tebar Pesona. Sayang kegiatan TP yang gue lakukan tidak berpengaruh apa-apa bagi kehidupan percintaan gue maupun nilai-nilai gue, yang ada malah gue kena percikan api cemburu dari pacar gue.

Engga deng, kegiatan TP itu engga bener-bener gue lakukan. Tapi mungkin sebagian praktikan lain melakukan itu, hehehe.

Itu waktu gue berada di posisi praktikan. Dan sekarang kita balik posisinya menjadi gue sebagai asisten.

Gue pertama kali memberi praktikum pada bulan September 2011, dalam 1 minggu gue mengisi 5 shift jaga praktikum untuk 1 modul. Shift yang gue jaga pertama kali isinya ada 18 praktikan dan cewe semua. Asisten yang jaganya juga cewe semua.
...
...
Bukan deng, ada satu orang asisten cowo juga disitu.

Jurusan gue memang dikenal sebagai jurusan yang paling banyak cewenya, maka ga heran apabila bisa ada 1 shift isinya cewe semua. Asisten 2009 nya aja cewe semua. Kalo ngeliat jurusan teknik industri di kampus gue, mungkin orang-orang merasa kiamat sudah dekat karena jumlah cewe lebih banyak daripada cowo. Itu cuma ada di jurusan gue.
Tapi kalo gue jaga di shift terakhir, mungkin pendapatnya bisa dipatahkan, karena 1 shift isinya 21 orang, dan mereka cowo semua -_-“

Mengasisteni praktikan juga ga semudah yang dibayangkan, terkadang gue merasa gue sedang mengajar anak-anak playgroup, kadang-kadang juga gue merasa sedang berada diantara para profesor. Karena karakter tiap praktikan berbeda-beda, gue pun harus bisa mimikri terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Walaupun mimikri, gue tetep dalam bentuk dan warna yang sama, karena gue bukan bunglon makanya gue ga berubah warna, dan gue bukan Superman makanya gue ga pake kolor diluar.

Marah itu perlu dalam pembentukan karakter mandiri bagi praktikan kita. Tapi kalo ga ada badai, ga ada tsunami tiba-tiba marah, mungkin dia lagi PMS. Gue juga pernah marah di salah satu shift, mungkin gara-gara itu mereka nulis gue asisten tergalak, hehehe. Marahnya bukan karena gue benci sama praktikan, tapi karena mereka melakukan kesalahan, dan pengennya sih mereka ga melakukan itu lagi, tapi mungkin kondisinya aja yang salah makanya gue sampe marah.

Selain kegiatan praktikum, ada juga asistensi. Kegiatan asistensi ini juga membuat asisten menjadi lebih dekat dengan praktikan. Karena praktikan kadang-kadang bisa ngalah-ngalahin pacar waktu smsan sama kita buat nentuin jadwal ketemuan, ketemuan buat asistensi sih maksudnya.

Ketemu praktikan yang gatel juga pernah, dan cara mengatasinya cukup mudah, yaitu kita bantu garukin aja praktikan yang gatel tersebut. Tapi garuknya pake penggaruk rumput. Atau suruh aja dia cari obat gatel ke tempat yang benar, karena dimana-dimana orang gatel itu harusnya ke dokter kulit bukan ke lab APK&E. Dan kalo masih salah tempat juga, mungkin dia dikasih alamat palsu sama Ayu Ting-Ting.

Dari segala hal yang berkenaan dengan praktikan, hal yang paling mengharukan bagi gue saat mereka mengisi feedback dan mengirim surat. Sebagian besar lab di C-3XX biasanya diakhir praktikum memberikan feedback kepada praktikannya supaya diisi dengan kritik dan saran yang membangun bagi lab dan asistennya.

Gue sangat terharu waktu membaca feedback dari praktikan, dimana ada yang bilang gue jutek, galak dan lain-lain. Percayalah dek, gue ga sejahat itu kok, tapi lebih jahat lagi #eh. Semoga aja gue bisa jadi lebih baik lagi sesuai sama yang diingikan oleh praktikan.

Surat, gue mendapatkan beberapa surat dari beberapa praktikan gue. Surat dari praktikan tersebut sampe sekarang masih suka gue baca. Isinya lucu-lucu. Ada yang memuji, ada yang bikin ge-er, dan yang paling penting semuanya memberikan saran dan kritik yang membangun buat gue. Bahkan yang mengharukan adalah surat dari praktikan yang pernah kena marah sama gue, tapi dia masih bilang gue baik. Huhu, gue jadi ga enak. Tapi makasih ya semuanya J

<-- Ini surat-surat dari para praktikan

Dari cuap-cuap panjang ini, gue mau menyampaikan beberapa hal. Yaitu kalo kita jadi praktikan, hargailah asisten yang telah membantu kita dalam praktikum. Dan kalo kita jadi asisten juga hargailah praktikan kita, karena merekalah yang membuat kita menjadi lebih baik. Intinya sih saling menghargai lah, siapa tau hubungan antara asisten-praktikan dapat berlanjut ke jenjang berikutnya #eh.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Praktikum, atau biasa disebut dengan...


Dengan apa yaaa??? Judul diatas membuat gue juga bingung, apa yang harus gue tulis buat melanjutkan kata-kata diatas. Naah, dari pada bingung, mending kita bercerita dulu tentang Praktikum yang gue tulis di awal judul untuk postingan ini.

Dari semester 1 gue mengalami yang namanya Praktikum di dalam kegiatan perkuliahan gue. Mulai dari praktikum yang pertama, yaitu Praktikum Menggambar Teknik. Dari judulnya bisa diketahui kalo selama praktikum gue melakukan kegiatan menggambar, tetapi menggambar teknik. Apakah menggambar dengan teknik? Atau belajar teknik menggambar? Atau apa sih sebenernya yang gue praktikumin?
Walaupun di semester 1 ini gue belajar menggambar teknik, tapi rasanya engga satupun ilmu mengenai gambar menggambar ini nyantel di otak gue. Apa gue yang lemot dalam praktikum, atau menggambarnya yang memang susah? *hehe, peace aslab gartek*

Lanjut di semester kedua, gue juga mengalami praktikum. Tapi kali ini Praktikum Fisika. Praktikum kali ini ga perlu gue jelasin juga mungkin semuanya pada tau dari judulnya, karena dari gue SMP pun gue udah mendapatkan praktikum ini. Lagipula, dengan gue menyebutkan Praktikum Fisika, ga mungkin rasanya orang-orang gue mempraktikumkan mengenai Biologi di dalamnya. Sayangnya 3 tingkatan sekolah yang gue lalui ini sama-sama ga memberi kenangan manis dalam sejarah per-praktikuman gue.

Di semester 3 gue menjalani praktikum yang sekarang gue yang mempraktikumkan, yaitu Praktikum Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Ya, praktikum yang dilaksanakan di lab yang sekarang gue huni ini salah satu praktikum yang sangat gue sukai, padahal kalo dibandingkan dengan 2 praktikum sebelumnya, praktikum yang satu ini bener-bener menguras tenaga, pikiran dan waktu. Bahkan sampe beberapa orang di angkatan gue bilang kalo praktikum APK&E itu praktikum paling menyusahkan dan asistennya galak-galak...
...
...
Iya galak-galak.
Kata temen-temen gue. Dan gue pun sempet berpikiran begitu. Tapi kenyataannya justru lab yang isinya asisten galak-galak inilah yang jadi tempat gue mengabdi sekarang.
Berarti gue juga galak dong?
Ya? Gue galak gaaa??? *ini nanya loh*
Sebagian praktikan gue bilang iya -_-“

Semester berikutnya gue mengalami 2 praktikum. Yaitu Praktikum Perencanaan dan Pengendalian Produksi, juga Praktikum Statistika Industri dan Penelitian Operasional. Dua praktikum ini sangat-sangat bertolak belakang, seperti lokasi labnya yang berseberangan, dan hasilnya nilai gue pun berseberangan. Dimana gue mendapatkan nilai bagus di praktikum PPP dan nilai jelek di praktikum SIPO. Dari kedua praktikum ini gue juga belajar, bahwa praktikum itu sulit.

Oh, bukan itu maksudnya.

Bahwa 2 praktikum berarti menyita waktu belajar kita 2 kali lipat dari biasanya (kalo mau dapet nilai bagus).
Dan praktikum terdekat yang baru-baru ini selesai gue jalankan ada 3 praktikum. 3 praktikum meeennn... berarti waktu belajar gue tersita 3 kali lipat dari biasanya. Praktikum yang gue jalani ini adalah Praktikum Perancangan Tata Letak dan Fasilitas, Praktikum Pemodelan dan Simulasi, juga Praktikum Perancangan Desain Aplikasi Perangkat Lunak. Dari namanya gue merasa praktikum yang gue dapat di semester ini akan memberikan hasil yang sama ngeri nya dengan nama praktikumnya, tapi ternyata tidak.

Nama boleh serem, tapi praktikum yang dijalanin tetep asik. Itulah yang gue rasakan di semester 5 ini. Praktikum PTLF dan MOSI diasisteni oleh kakak-kakak asisten yang kemarin berjuang bersama gue dalam ajang bergengsi bernama Rekruitasi Asisten Baru. Dan karena ajang tersebutlah, gue jauh lebih menghargai kerja keras kakak-kakak asisten ini daripada sebelumnya (karena gue juga merasakan kejamnya dunia per-praktikuman, hiks). Di praktikum DAPL pun gue malah merasa ini bukan praktikum, tapi responsi. Kenapa? Mungkin praktikumnya dibuat lebih nyantai karena sejujurnya mempraktikumkan mahasiswa semester 5 lebih mudah diatur daripada mahasiswa semester 3, dimana semester 3 itu jaman-jamannya mahasiswa masih songong, dan gue pernah merasakan itu. Maksudnya disini, gue juga pernah songong.
Sampai disitulah perjalanan panjang gue dalam dunia per-praktikuman, tapi masih ada 3 praktikum lagi di semester 6 yang sekarang lagi ngences-ngences nungguin mangsanya masuk ke dalam jebakan (engga deng, praktikum ga se-serem itu kok).

Barusan tadi itu cerita gue selama gue yang jadi praktikan, dimana praktikan bisa seenak udel nyalahin asistennya kalo asistennya salah. Tetapi gimana rasanya kalo gue ada di posisi asisten tersebut? Disalahin seenak udel (padahal gue juga belum pernah nyicip rasanya udel). Cerita itu bakal berlanjut di postingan berikutnya, part 2 sih biar lebih keren.
Keep reading J
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung


Di tahun kedua gue di kampus putih-biru ini, yang kedua kalinya juga gue ikut reorganisasi perkumpulan mahasiswa yang gue ikuti ini. Kalau tahun lalu angkatan 2008 yang jadi kandidat ketua, reor kali ini angkatan gue yang jadi kandidatnya, dan gue termasuk salah satunya...
...
...
Eh beneran tau gue jadi kandidatnya.

Reor tahun ini diadakan di salah satu villa di Ciater. Tempatnya bagus buat orang yang pacaran, sayangnya saat itu gue lagi... lagi apa gue juga ga tau, tapi yang jelas gue engga menghabiskan 1 detikpun bersama sang pacar, tragis.

Perjalanan reor kali ini hampir sama apes nya dengan tahun lalu. Sedikit masalah yang terjadi adalah saat berangkat, dimana mobil avanza putih yang diisi gue, Adi (yang bawa mobil), Rendra, Mahe, Dista, Eki, Anida dan Tia ini ditabrak sama sepeda motor dari arah kanan. Alhamdulillah yang ada di dalam mobil semuanya baik-baik saja, yang mengalami kerusakan parah justru mobilnya, bodi mobilnya sedikit penyok dan baret, serta ban yang sobek.
Cukup masalah mobil dan keberangkatannya.

Tiba di Ciater malam hari, sekitar jam 11an malam (lupa juga jam berapa sampenya). Sebagian memilih 2 kamar di atas, sedangkan gue dan beberapa cewe-cewe pilih kamar satu-satunya di bawah. Entah suasana hati gue yang ga bagus, atau memang saat itu orang-orangnya lagi menyebalkan, gue pun memilih untuk TIDUR daripada ikut nyanyi2 sama senior-senior dan cowo-cowo.
Pagi harinya cewe-cewe yang tidur di kamar bawah masak buat orang-orang yang nginep disitu. Sayangnya tidur engga membuat suasana hati gue membaik, sehingga berdampak ke nasi yang gue masak, keras. Sampe selentingan bercanda dari salah satu senior yang bilang “Ehm... nasinya ‘lembut’ banget ya.” bikin gue emosi.

Tanpa banyak basa-basi (tapi penuh basa-basi bagi yang lainnya) acara dilanjutkan ke inti dari reor, yaitu pemilihan kepala suku. Tempat buat musyawarah reor ini pun bertempat di pinggir jalan, diatas bukit, pemandangannya bagus, tapi tetep aja, suasana hati gue masih engga bagus. Kandidat yang menjadi calon ketua Permata Lampung untuk kepengurusan tahun 2011-2012 ini adalah anggota Permata Lampung angkatan 2009 yang datang di acara reor ini. Kandidatnya adalah gue, Adi, Rahmat, Harry dan Dista.

Musyawarah untuk mufakat pada pemilihan kepala suku ini diawali dengan penjabaran visi dan misi dari masing-masing calon ketua. Intinya sih, semua kandidat kepala suku memiliki misi untuk memajukan Permata Lampung dari segala bidang, kecuali gue. Mungkin karena gue orang seni, ya gue pengen buat Permata Lampung jadi UKM seni. Dari awal memang keliatan sih kalo Adi merupakan calon tunggal kepala suku untuk periode 2011-2012, sehingga setelah panjang lebar menjelaskan visi dan misi, dan perdebatan panjang dari para pemilih, ditetapkan bahwa Achmad Adi Pranoto adalah kepala suku/ketua Permata Lampung untuk periode 2011-2012.

Setelah pemilihan kepala suku selesai, semua langsung siap-siap buat pulang ke Dayeuh Kolot lagi. Dan demikianlah acara reorganisasi kepala suku Permata Lampung IT Telkom, diharapkan pada jaman kepemimpinan Adi dapat membawa Permata Lampung mencapai masa kejayaannya...
...
...
Mungkin ceritanya kerasa biasa aja ya. Ya satu hal sih yang bikin jadi begini, suasana hati gue lagi ga bagus, baik pada saat acara reor berlangsung, maupun pada saat menulis postingan ini.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments