New Post, New Story 2015

Dear All,

Long time no see.
Setelah sekian lama vakum dari dunia per(go)-blog-an ini, akhirnya gue memilih untuk mengganti alamat email (karena masih meyangkut dengan eX) dan berniat buat lanjutin blog yang udah berhantu ini.

Anyway, mulai dari blog ini dibuat tahun 2008 sampe sekarang tahun 2015 (total blog ini bertahan selama 7 tahun), gue selalu punya cerita yang (kalo sempet) gue pengen bagikan ke semuanya. Entah sebagai bahan bacaan dikala kesasar gugling atau apapun, yang jelas jalan cerita gue ga akan jauh2 dari kehidupan sekitar.

Dan bersama dengan blog ini pun gue mengalami beberapa fase, mulai dari anak SMA belajar blogging, anak kuliahan yang jarang update blog, sampe sekarang jadi ibu-ibu kantoran tapi masih penasaran pengen blogging.

Bahkan status pun setia menemani gue, dari In relationship - single - in relationship - single dan akhirnya Alhamdulillah in relationship lagi ^_^

Hm, cukup segitu aja ya permulaan post di tahun 2015 ini. Mau bilang 'Happy New Year' udah keburu lewat 4 bulan. So I just wanna say 'Hope you enjoy my blog' ^_^


Thank you,

Danica. Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Akhirnyaaa...

Akhirnyaaa... sesuai sama judul yang ada diatas. Akhirnya si DNC ini muncul lagi di dunia per-blog-an. Setelah sekian lama hibernasi yang membuat berat badannya rada bertambah dan mulai mendekati ideal (ceileehhh)...

Ngomong-ngomong gue ngilang berapa lama sih? Kalo diliat dari post nya sih terakhir 5 bulan yang lalu -_-

Jadiii apa sih maksud 'Akhirnya...' disini?

Ada kondisi dimana pada 'akhirnya' para remaja akan menginjak suatu tahapan hidup baru bernama dewasa. Dan dalam menuju kedewasaan itu ada beberapa hal yang memang harus diakhiri. Beberapa hal itulah yang akan gue bahas sekaligus gue tutup dengan kenangan terbaik dari setiap hal tersebut :)


  • 'Akhirnya...' yang pertama

    Akhirnya gue berada di semester mematikan dalam sejarah perkuliahan gue. Tahun 2013, gue memasuki semester 8 dan kalau perkuliahan normal sih seharusnya ini adalah semester terakhir gue (aamiin, semoga aja begitu).

    Yang namanya mahasiswa tingkat akhir pasti gak jauh-jauh dari yang namanya 'skripsi' atau yang di kampus gue disebut dengan 'Tugas Akhir' atau 'si dua huruf' atau 'cinTA' atau 'you-know-what' atau sebutan-sebutan lain yang menggambarkan cukup horrornya makhluk 4 SKS ini (ditambah 2 SKS di semester 7).

    Gue juga mengalami hal tersebut.
    Maksudnya disini, gue juga sedang menyusun si 'bintang-bintang' (sebutan 'Tugas Akhir' versi gue). Gue juga merasakan yang namanya pusing-pusing nyari perusahaan (sebagai tempat penelitian), pusing cari judul (sampe disuruh ganti berkali-kali, hiks) dan pusingnya cari metode (ini lagi yang sebelumnya 6 kali bimbingan 6 kali juga ganti -_-).
    Tapi namanya syarat lulus ya tetep aja kudu dikerjain!

    Di kampus gue si 'bintang-bintang' ini dibagi jadi 2 Part. Yang pertama adalah 'Tugas Akhir 1' (atau cinTA pertama atau first love kalau kata partner TA gue, Dina Hanifarah). Tahap TA 1 ini dikatakan berakhir apabila sudah mengadakan seminar dan nilai TA 1 nya keluar. Setelah tahapan itu selesai, kemudian masuk ke tahapan kedua yang disebut dengan 'Tugas Akhir 2' (atau gue sebut sebagai cinTA TerAkhir -bukan lagunya Anang Syahrini-). Yang ditutup dengan sesuatu yang menegangkan bernama 'Sidang Tugas Akhir'.

    Dalam mengerjakan si 'bintang-bintang' ini juga gue bersama sahabat seper-TA-an gue, Dina Hanifarah. Topik yang gue dan Dina ambil adalah mengenai gudang dari salah satu Wholesale di Bandung.
    Doa gue adalah semoga 'bintang-bintang' nya gue dan Dina berjalan lancar dan selesai tepat pada waktunya, aamiin (teriak kenceng-kenceng kayak waktu jamaah-an).
  • 'Akhirnya...' yang kedua
    Dalam kehidupan perkuliahan gue, gue bukanlah mahasiswa kupu-kupu yang cuma kuliah terus pulang terus kuliah lagi terus pulang lagi teruuusss aja begitu sampe lulus. Tapi gue juga bukanlah mahasiswa kura-kura ninja yang kerjaannya abis kuliah terus rapat terus kuliah lagi terus rapat terus ngilang gak tau kemana gak ikut kuliah dan gak ikut rapat (kan ninja ceritanya).
    Tapi gue adalah mahasiswa yang baik dan benar yang mengikuti perkuliahan sebagai mana mestinya, kemudian gue mengikuti 2 organisasi penting dalam kehidupan gue.

    Kedua organisasi yang gue geluti ini berasal dari 2 hal yang sangat berbeda, tapi keduanya menunjang perkembangan otak kiri dan otak kanan gue.
    Kedua organisasi tersebut adalah Laboratorium APK & E dan Permata Lampung IT Telkom.

    Terus maksud 'Akhirnya' dari cerita ini apaan??




    Jadi maksudnya, 'Akhirnya...' tepat bulan Desember 2012 lalu gue terakhir kalinya melakukan pekerjaan sebagai asisten praktikum. Penutup dari praktikum PK&E ini ga beda jauh dari praktikum sebelumnya, yaitu Presentasi Final Report. Dan seperti praktikum sebelumnya juga, semester ini gue masih dapet surat dari praktikan dan masih ada yang bilang baik walaupun gue jutek begini (hikss... terharu...).

    Sama seperti sebelumnya, gue mau mengucap terimakasih kepada seluruh praktikan gue yang telah bekerjasama dengan baik selama berlangsungnya praktikum PK&E 2012 kemarin. Dan gue meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam kalo seandainya kemaren ada yang merasa terluka karena kesalahan gue (mellow time)... Gue doain praktikum-praktikum kalian berikutnya lancar dan ketemu asisten yang lebih galak dari gue, hahahahaha (evilsmirk) (loh kok jahat lagi -_-).

    Dan dengan ini, berakhirlah kepengurusan temen-temen Supermoon di Lab, diganti dengan kepengurusan dari temen-temen Ranger dengan dipimpin sama si lesung pipit a.k.a AKA a.k.a Andika Prayoga Sujana (banyak banget 'aka' nya -_-). Jayalah selalu Laboratorium APK&E, Love this labz :')

    Selain itu, di bulan yang sama yaitu Desember 2012, 'Akhirnya...' gue melakukan perform Tari terakhir untuk Permata Lampung IT Telkom dalam acara Nayuh Adat 2012. Tarian yang gue bawakan ini namanya Tari Kipas Lampung. Perjuangan membawakan tarian ini emang beda sama penampilan-penampilan gue sebelumnya. Yang sekarang kerasa lebih ngos-ngosan bawain tariannya (faktor umur juga kali yaaa).
    Tapi perjuangan buat ngebawain tarian ini cukup memberikan hasil memuaskan, walopun pada akhirnya gue harus urut total full body gara-gara ga bisa gerak -_-
    Sebelum pada akhirnya gue 'mendeklarasikan' bahwa gue tidak akan 'ikut campur' lagi dalam kegiatan Permata Lampung, gue bakal menyebutkan sedikit alasan-alasan gue.
    Banyak faktor sih, hehe. Diantaranya adalah faktor umur, hahaha. Secara gue udah tingkat akhir dan ga lagi memegang posisi sebagai 'Koordiv Seni Budaya', jadi ya bukan lagi menjadi urusan gue mengenai kegiatan kesenian yang ada di Permata Lampung IT Telkom.
    Walopun gue sedih meninggalkan kondisi begini, tapi ya pada akhirnya yang begini nih keputusan yang harus gue ambil.

    Faktor lainnya yang cukup mendukung adalah dengan bertambahnya 'orang yang saya harap saya tidak ingin bertemu dia lagi'. Gue bukan dendam sih, gue cuma ga kepengen ketemu mereka aja kok (loh kok jadi marah-marahan?)
    Dan pada akhirnya, gue tidak akan mengikuti kegiatan apapun dari Permata Lampung IT Telkom lagi. Setidaknya gue bangga kok bisa membesarkan komunitas tersebut. Jayalah selalu Permata Lampung IT Telkom, Andan Jejama!!!

    Akhirnyaaa... beres juga yak post gue satu ini. Alhamdulillah gue bisa melewati masa-masa seperti ini. Mohon dukungan dan semangatnya ya buat gue dan Dina yang lagi bergelut dengan 'bintang-bintang'

    Good bye ♥
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Supermoon :)

Apa yang terbayang di benak pembaca blog gue ketika gue sebut kata "Supermoon"?
Pasti semuanya berpikir kalo Supermoon itu salah satu fenomena alam dimana bulan punya bentuk yang utuh atau bulat penuh...
Ga salah sih emang. Dan fenomena bernama Supermoon itulah yang melahirkan 6 orang yang cantik-cantik untuk menjadi penghuni ruang C315 selama periode 2011-2013...

Tepat maret 2011 lalu di salah satu kegiatan seleksi asisten, terjadi fenomena alam yang luar biasa bernama Supermoon. Untuk mengenang kebersamaan kami di malam Supermoon itu, makanya nama Supermoon dijadikan nama angkatan buat asisten 2009 yang terdiri dari 6 orang cewek SUPER. Karena Supermoon itu dimana semua cahaya berkumpul di satu titik jadi membentuk 1 bulan penuh, Supermoon ini juga semakin kuat kalo kami bersama, bersatu, berkumpul untuk menjalankan sesuatu. Termasuk kalo foto juga hasil terbaik ya kalo fotonya ngumpul...

Supermoon bukanlah suatu perkumpulan ibu-ibu pengajian (kata Cicak) atau ibu-ibu arisan (kata Alvin). Supermoon juga bukan segerombol orang dengan 1 karakter yang sama atau 1 daerah yang sama.

Gue yang berisik, mba Lils yang (kata praktikan) jutek, Resty Po yang kadang suka menghilang, Pitong yang suka pedot dan suka telat, Rintul yang cerewet bin rempong (tapi masih rempongan gue kayanya) dan Aracil yang kelakuan sama badannya sinkron alias sama-sama anak kecil bersatu dalam satu keluarga Supermoon.

Dan walaupun semuanya berasal dari daerah yang beda-beda, ada BE, DK, F, L, K dan B, tapi ga menghalangi Supermoon buat saling mengisi.


Hobi jalan-jalan, make up, ngutak ngatik jilbab, foto dan semua dijalanin bareng-bareng ngebuat cewek-cewek Super ini makin kompak. Ribut-ribut kecil itu biasa, gue kena marah juga udah biasa, yang jelas kita saling mencintai satu sama lain *uhuk.

Supermoon itu siapa aja sih???

Perkenalan satu-satu tentang Supermoon...
  1. Dimulai dari Kanjengnya Supermoon, yang paling tua di Supermoon dan Kordas APK&E 2012/2013. Namanya Linggarjaty Losmaritim, panggilannya Lilo, kodenya OWL, kelahiran 1 Maret 1991, asal dari Denpasar, Bali.
  2. Kemudian diikuti orang yang umur dan badannya sangat tidak sesuai. Namanya Dina Hanifarah, panggilannya Dina, kodenya ARA, kelahiran 15 Maret 1991, asal dari Jakarta.
  3. Jeda bulan yang cukup jauh, muncullah orang yang satu ini. Namanya Rini Handriyani, panggilannya Rini, kodenya RNH, kelahiran 14 September 1991, asal dari Pati, Jawa Tengah.
  4. Terus ada gue... Namanya Danica Thea Marella, panggilannya Dani, kodenya DNC, kelahiran 23 September 1991, asal dari Bandar Lampung, Lampung.
  5. Selanjutnya ganti tahun, dimana justru umur kecil bukan jadi penghalang untuk tumbuh. Namanya Intan Dwiwira Puspitasari, panggilannya Pita, kodenya IDP, kelahiran 21 Januari 1992, asal dari Surabaya, Jawa Timur.
  6. Dan yang paling muda dari semuanya. Namanya Resty Fauziah, panggilannya Resty, kodenya FZH, kelahiran 19 Februari 1992, asal dari Cianjur, Jawa Barat.
 Dan demikian sekilas cerita tentang cewek-cewek Super Cantik ini... Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

APK&E 2008-2009

inilah orang-orang luar biasa yang memenuhi hari-hari gue selama semester 5 kemarin.


Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Praktikum (part II)


Kenapa gue buat part II? Gapapa sih biar keren aja, hehehe. *plaaakkk* *digaplok sendal tetangga*

Kembali lagi ke cerita mengenai praktikum. Yang namanya praktikum itu pasti berkaitan dengan pemberi praktikumnya. Dalam hal ini, kita bicara tentang kampus gue, dimana pemberi praktikumnya yaitu asisten praktikum. Dan mungkin harusnya gue kasih judul post ini adalah “Asisten” bukan “Praktikum”.

Asisten ada banyak macamnya, tapi yang akan gue bahas disini adalah asisten praktikum.

Waktu gue berada di posisi praktikan, gue merasa asisten itu kereeennn bangeeettt... dan pada beberapa kesempatan gue merasa kakak-kakak asisten cowo yang tadinya manusia biasa bukan Superman, setelah jadi asisten tiba-tiba mereka memiliki aura ganteng. Kenapa aura ganteng? Karena kalo mereka memiliki Aura Kasih gue rasa mereka bakal pingsan gara-gara kekenyangan susu.

Oke barusan Mesum Level: Expert.

Selama jadi praktikan, selain gue menjalani kegiatan praktikum, gue juga menjalani kegiatan TP. TP yang disini bukan Tugas Pendahuluan yang diberikan sama salah satu lab, melainkan TP=Tebar Pesona. Sayang kegiatan TP yang gue lakukan tidak berpengaruh apa-apa bagi kehidupan percintaan gue maupun nilai-nilai gue, yang ada malah gue kena percikan api cemburu dari pacar gue.

Engga deng, kegiatan TP itu engga bener-bener gue lakukan. Tapi mungkin sebagian praktikan lain melakukan itu, hehehe.

Itu waktu gue berada di posisi praktikan. Dan sekarang kita balik posisinya menjadi gue sebagai asisten.

Gue pertama kali memberi praktikum pada bulan September 2011, dalam 1 minggu gue mengisi 5 shift jaga praktikum untuk 1 modul. Shift yang gue jaga pertama kali isinya ada 18 praktikan dan cewe semua. Asisten yang jaganya juga cewe semua.
...
...
Bukan deng, ada satu orang asisten cowo juga disitu.

Jurusan gue memang dikenal sebagai jurusan yang paling banyak cewenya, maka ga heran apabila bisa ada 1 shift isinya cewe semua. Asisten 2009 nya aja cewe semua. Kalo ngeliat jurusan teknik industri di kampus gue, mungkin orang-orang merasa kiamat sudah dekat karena jumlah cewe lebih banyak daripada cowo. Itu cuma ada di jurusan gue.
Tapi kalo gue jaga di shift terakhir, mungkin pendapatnya bisa dipatahkan, karena 1 shift isinya 21 orang, dan mereka cowo semua -_-“

Mengasisteni praktikan juga ga semudah yang dibayangkan, terkadang gue merasa gue sedang mengajar anak-anak playgroup, kadang-kadang juga gue merasa sedang berada diantara para profesor. Karena karakter tiap praktikan berbeda-beda, gue pun harus bisa mimikri terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Walaupun mimikri, gue tetep dalam bentuk dan warna yang sama, karena gue bukan bunglon makanya gue ga berubah warna, dan gue bukan Superman makanya gue ga pake kolor diluar.

Marah itu perlu dalam pembentukan karakter mandiri bagi praktikan kita. Tapi kalo ga ada badai, ga ada tsunami tiba-tiba marah, mungkin dia lagi PMS. Gue juga pernah marah di salah satu shift, mungkin gara-gara itu mereka nulis gue asisten tergalak, hehehe. Marahnya bukan karena gue benci sama praktikan, tapi karena mereka melakukan kesalahan, dan pengennya sih mereka ga melakukan itu lagi, tapi mungkin kondisinya aja yang salah makanya gue sampe marah.

Selain kegiatan praktikum, ada juga asistensi. Kegiatan asistensi ini juga membuat asisten menjadi lebih dekat dengan praktikan. Karena praktikan kadang-kadang bisa ngalah-ngalahin pacar waktu smsan sama kita buat nentuin jadwal ketemuan, ketemuan buat asistensi sih maksudnya.

Ketemu praktikan yang gatel juga pernah, dan cara mengatasinya cukup mudah, yaitu kita bantu garukin aja praktikan yang gatel tersebut. Tapi garuknya pake penggaruk rumput. Atau suruh aja dia cari obat gatel ke tempat yang benar, karena dimana-dimana orang gatel itu harusnya ke dokter kulit bukan ke lab APK&E. Dan kalo masih salah tempat juga, mungkin dia dikasih alamat palsu sama Ayu Ting-Ting.

Dari segala hal yang berkenaan dengan praktikan, hal yang paling mengharukan bagi gue saat mereka mengisi feedback dan mengirim surat. Sebagian besar lab di C-3XX biasanya diakhir praktikum memberikan feedback kepada praktikannya supaya diisi dengan kritik dan saran yang membangun bagi lab dan asistennya.

Gue sangat terharu waktu membaca feedback dari praktikan, dimana ada yang bilang gue jutek, galak dan lain-lain. Percayalah dek, gue ga sejahat itu kok, tapi lebih jahat lagi #eh. Semoga aja gue bisa jadi lebih baik lagi sesuai sama yang diingikan oleh praktikan.

Surat, gue mendapatkan beberapa surat dari beberapa praktikan gue. Surat dari praktikan tersebut sampe sekarang masih suka gue baca. Isinya lucu-lucu. Ada yang memuji, ada yang bikin ge-er, dan yang paling penting semuanya memberikan saran dan kritik yang membangun buat gue. Bahkan yang mengharukan adalah surat dari praktikan yang pernah kena marah sama gue, tapi dia masih bilang gue baik. Huhu, gue jadi ga enak. Tapi makasih ya semuanya J

<-- Ini surat-surat dari para praktikan

Dari cuap-cuap panjang ini, gue mau menyampaikan beberapa hal. Yaitu kalo kita jadi praktikan, hargailah asisten yang telah membantu kita dalam praktikum. Dan kalo kita jadi asisten juga hargailah praktikan kita, karena merekalah yang membuat kita menjadi lebih baik. Intinya sih saling menghargai lah, siapa tau hubungan antara asisten-praktikan dapat berlanjut ke jenjang berikutnya #eh.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Praktikum, atau biasa disebut dengan...


Dengan apa yaaa??? Judul diatas membuat gue juga bingung, apa yang harus gue tulis buat melanjutkan kata-kata diatas. Naah, dari pada bingung, mending kita bercerita dulu tentang Praktikum yang gue tulis di awal judul untuk postingan ini.

Dari semester 1 gue mengalami yang namanya Praktikum di dalam kegiatan perkuliahan gue. Mulai dari praktikum yang pertama, yaitu Praktikum Menggambar Teknik. Dari judulnya bisa diketahui kalo selama praktikum gue melakukan kegiatan menggambar, tetapi menggambar teknik. Apakah menggambar dengan teknik? Atau belajar teknik menggambar? Atau apa sih sebenernya yang gue praktikumin?
Walaupun di semester 1 ini gue belajar menggambar teknik, tapi rasanya engga satupun ilmu mengenai gambar menggambar ini nyantel di otak gue. Apa gue yang lemot dalam praktikum, atau menggambarnya yang memang susah? *hehe, peace aslab gartek*

Lanjut di semester kedua, gue juga mengalami praktikum. Tapi kali ini Praktikum Fisika. Praktikum kali ini ga perlu gue jelasin juga mungkin semuanya pada tau dari judulnya, karena dari gue SMP pun gue udah mendapatkan praktikum ini. Lagipula, dengan gue menyebutkan Praktikum Fisika, ga mungkin rasanya orang-orang gue mempraktikumkan mengenai Biologi di dalamnya. Sayangnya 3 tingkatan sekolah yang gue lalui ini sama-sama ga memberi kenangan manis dalam sejarah per-praktikuman gue.

Di semester 3 gue menjalani praktikum yang sekarang gue yang mempraktikumkan, yaitu Praktikum Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. Ya, praktikum yang dilaksanakan di lab yang sekarang gue huni ini salah satu praktikum yang sangat gue sukai, padahal kalo dibandingkan dengan 2 praktikum sebelumnya, praktikum yang satu ini bener-bener menguras tenaga, pikiran dan waktu. Bahkan sampe beberapa orang di angkatan gue bilang kalo praktikum APK&E itu praktikum paling menyusahkan dan asistennya galak-galak...
...
...
Iya galak-galak.
Kata temen-temen gue. Dan gue pun sempet berpikiran begitu. Tapi kenyataannya justru lab yang isinya asisten galak-galak inilah yang jadi tempat gue mengabdi sekarang.
Berarti gue juga galak dong?
Ya? Gue galak gaaa??? *ini nanya loh*
Sebagian praktikan gue bilang iya -_-“

Semester berikutnya gue mengalami 2 praktikum. Yaitu Praktikum Perencanaan dan Pengendalian Produksi, juga Praktikum Statistika Industri dan Penelitian Operasional. Dua praktikum ini sangat-sangat bertolak belakang, seperti lokasi labnya yang berseberangan, dan hasilnya nilai gue pun berseberangan. Dimana gue mendapatkan nilai bagus di praktikum PPP dan nilai jelek di praktikum SIPO. Dari kedua praktikum ini gue juga belajar, bahwa praktikum itu sulit.

Oh, bukan itu maksudnya.

Bahwa 2 praktikum berarti menyita waktu belajar kita 2 kali lipat dari biasanya (kalo mau dapet nilai bagus).
Dan praktikum terdekat yang baru-baru ini selesai gue jalankan ada 3 praktikum. 3 praktikum meeennn... berarti waktu belajar gue tersita 3 kali lipat dari biasanya. Praktikum yang gue jalani ini adalah Praktikum Perancangan Tata Letak dan Fasilitas, Praktikum Pemodelan dan Simulasi, juga Praktikum Perancangan Desain Aplikasi Perangkat Lunak. Dari namanya gue merasa praktikum yang gue dapat di semester ini akan memberikan hasil yang sama ngeri nya dengan nama praktikumnya, tapi ternyata tidak.

Nama boleh serem, tapi praktikum yang dijalanin tetep asik. Itulah yang gue rasakan di semester 5 ini. Praktikum PTLF dan MOSI diasisteni oleh kakak-kakak asisten yang kemarin berjuang bersama gue dalam ajang bergengsi bernama Rekruitasi Asisten Baru. Dan karena ajang tersebutlah, gue jauh lebih menghargai kerja keras kakak-kakak asisten ini daripada sebelumnya (karena gue juga merasakan kejamnya dunia per-praktikuman, hiks). Di praktikum DAPL pun gue malah merasa ini bukan praktikum, tapi responsi. Kenapa? Mungkin praktikumnya dibuat lebih nyantai karena sejujurnya mempraktikumkan mahasiswa semester 5 lebih mudah diatur daripada mahasiswa semester 3, dimana semester 3 itu jaman-jamannya mahasiswa masih songong, dan gue pernah merasakan itu. Maksudnya disini, gue juga pernah songong.
Sampai disitulah perjalanan panjang gue dalam dunia per-praktikuman, tapi masih ada 3 praktikum lagi di semester 6 yang sekarang lagi ngences-ngences nungguin mangsanya masuk ke dalam jebakan (engga deng, praktikum ga se-serem itu kok).

Barusan tadi itu cerita gue selama gue yang jadi praktikan, dimana praktikan bisa seenak udel nyalahin asistennya kalo asistennya salah. Tetapi gimana rasanya kalo gue ada di posisi asisten tersebut? Disalahin seenak udel (padahal gue juga belum pernah nyicip rasanya udel). Cerita itu bakal berlanjut di postingan berikutnya, part 2 sih biar lebih keren.
Keep reading J
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung


Di tahun kedua gue di kampus putih-biru ini, yang kedua kalinya juga gue ikut reorganisasi perkumpulan mahasiswa yang gue ikuti ini. Kalau tahun lalu angkatan 2008 yang jadi kandidat ketua, reor kali ini angkatan gue yang jadi kandidatnya, dan gue termasuk salah satunya...
...
...
Eh beneran tau gue jadi kandidatnya.

Reor tahun ini diadakan di salah satu villa di Ciater. Tempatnya bagus buat orang yang pacaran, sayangnya saat itu gue lagi... lagi apa gue juga ga tau, tapi yang jelas gue engga menghabiskan 1 detikpun bersama sang pacar, tragis.

Perjalanan reor kali ini hampir sama apes nya dengan tahun lalu. Sedikit masalah yang terjadi adalah saat berangkat, dimana mobil avanza putih yang diisi gue, Adi (yang bawa mobil), Rendra, Mahe, Dista, Eki, Anida dan Tia ini ditabrak sama sepeda motor dari arah kanan. Alhamdulillah yang ada di dalam mobil semuanya baik-baik saja, yang mengalami kerusakan parah justru mobilnya, bodi mobilnya sedikit penyok dan baret, serta ban yang sobek.
Cukup masalah mobil dan keberangkatannya.

Tiba di Ciater malam hari, sekitar jam 11an malam (lupa juga jam berapa sampenya). Sebagian memilih 2 kamar di atas, sedangkan gue dan beberapa cewe-cewe pilih kamar satu-satunya di bawah. Entah suasana hati gue yang ga bagus, atau memang saat itu orang-orangnya lagi menyebalkan, gue pun memilih untuk TIDUR daripada ikut nyanyi2 sama senior-senior dan cowo-cowo.
Pagi harinya cewe-cewe yang tidur di kamar bawah masak buat orang-orang yang nginep disitu. Sayangnya tidur engga membuat suasana hati gue membaik, sehingga berdampak ke nasi yang gue masak, keras. Sampe selentingan bercanda dari salah satu senior yang bilang “Ehm... nasinya ‘lembut’ banget ya.” bikin gue emosi.

Tanpa banyak basa-basi (tapi penuh basa-basi bagi yang lainnya) acara dilanjutkan ke inti dari reor, yaitu pemilihan kepala suku. Tempat buat musyawarah reor ini pun bertempat di pinggir jalan, diatas bukit, pemandangannya bagus, tapi tetep aja, suasana hati gue masih engga bagus. Kandidat yang menjadi calon ketua Permata Lampung untuk kepengurusan tahun 2011-2012 ini adalah anggota Permata Lampung angkatan 2009 yang datang di acara reor ini. Kandidatnya adalah gue, Adi, Rahmat, Harry dan Dista.

Musyawarah untuk mufakat pada pemilihan kepala suku ini diawali dengan penjabaran visi dan misi dari masing-masing calon ketua. Intinya sih, semua kandidat kepala suku memiliki misi untuk memajukan Permata Lampung dari segala bidang, kecuali gue. Mungkin karena gue orang seni, ya gue pengen buat Permata Lampung jadi UKM seni. Dari awal memang keliatan sih kalo Adi merupakan calon tunggal kepala suku untuk periode 2011-2012, sehingga setelah panjang lebar menjelaskan visi dan misi, dan perdebatan panjang dari para pemilih, ditetapkan bahwa Achmad Adi Pranoto adalah kepala suku/ketua Permata Lampung untuk periode 2011-2012.

Setelah pemilihan kepala suku selesai, semua langsung siap-siap buat pulang ke Dayeuh Kolot lagi. Dan demikianlah acara reorganisasi kepala suku Permata Lampung IT Telkom, diharapkan pada jaman kepemimpinan Adi dapat membawa Permata Lampung mencapai masa kejayaannya...
...
...
Mungkin ceritanya kerasa biasa aja ya. Ya satu hal sih yang bikin jadi begini, suasana hati gue lagi ga bagus, baik pada saat acara reor berlangsung, maupun pada saat menulis postingan ini.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tahun Baru, Topeng Baru

Kenapa gue memberi judul post ini dengan Topeng Baru? Padahal sebetulnya gue engga pernah pake topeng apapun.

Eh pernah ding, waktu itu pake topeng kucing (atau burung, gue juga ga jelas itu topeng apa) di acara ulang tahun adek gue yang kedua.
Tapi bukan topeng itu yang gue maksud. Topeng disini adalah kepribadian atau karakter. Tahun 2011 kemarin gue dianugrahi sebuah pekerjaan luar biasa bagi seorang mahasiswa yang tadinya ga punya kerjaan apa-apa tiba-tiba menjadi sibuk luar biasa, yaitu Asisten (sengaja dibuat Bold, Italic, Underline, biar heboh keliatannya). Ya, gue mendapatkan keluarga baru di tahun 2011 kemarin. Dimana tahun 2011 kemarin, saat gue mengawali pekerjaan mahasiswa gue di Semester 4, gue dengan autisnya mengikutsertakan diri dalam ajang bergengsi yang disebut Rekruitasi Asisten Baru.
Dengan segala kemampuan yang gue punya, ditambah dukungan moril dari orang tua gue, adek-adek gue, pacar gue dan semua temen-temen gueee, makan nihhh (eh kok jadi iklan? -_-“), akhirnya gue berhasil melewati perjalanan panjang dalam mencari kitab suci...
...
...
...
Oke gue bukan kera sakti.

Tapi gue memang mengalami perjalanan panjang dan keras dalam mencapai keinginan gue untuk jadi Asisten. Daaannn, akhirnya gue pun bergabung bersama keluarga besar Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi (APK&E) IT Telkom yang luaaarrr biasssaaa... keluarga baru yang masuk bareng gue adalah nona-nona cantik berikut ini. Mereka adalah Pita (kode asisten IDP), Resty (FZH), Lilo (OWL), Rini (RNH) dan si unyil Dina (ARA).
Salah satu keunikan lab ini adalah asisten 2009nya cantik-cantik, karena cewe semua. Tapi jangan anggap enteng cewe-cewe di lab ini loh, karena Supermoon (sebutan asisten APK&E angkatan 2009) bukan cewe biasa, melainkan Wonder Woman, keren ga tuh?

Kembali lagi ke masalah topeng tadi. Disini gue dan temen-temen gue membentuk sebuah kepribadian menjadi seorang asisten yang profesional. Profesional disini maksudnya lebih ke arah pekerjaan, jadi asisten itu ga boleh pilih kasih, jadi kalo ada praktikan yang salah ya dibenerin, yang bener dijadikan pelajaran buat asistennya. Dan satu juga yang selalu gue terapkan, kalo asisten bukanlah Superman, asisten juga bisa nangis, tapi asisten bukanlah anaknya Ahmad Dhani, karena yang anaknya Ahmad Dhani itu Lucky Laki bukan Super-Rainbow (Supermoon untuk asisten angkatan 2009 dan The Rainbow untuk angkatan 2008). Gue selalu mencoba menerapkan bahwa hubungan antara asisten dan praktikan itu bukanlah hubungan seperti dosen dan mahasiswa, tetapi hubungan antar mahasiswa. Jadi kalau asistennya salah ya maaf, namanya juga manusia bukan Superman, tapi kita asisten akan selalu mencoba memperbaiki ilmu yang kami miliki dan membagikan ilmu tersebut ke semua praktikan kami (ceileehhh...).
Jadi asisten itu jangan ditanya enak atau engga enaknya, karena itu relatif. Coba kalo makanan ditanya enak atau engga enak, beda-beda jawabannya untuk tiap lidah, begitu juga untuk tiap asisten. Tapi kalau ditanya gimana rasanya jadi asisten itu... ya jangan ditanya.

Demikianlah singkat cerita mengenai gue dan pekerjaan baru gue. Oh iya melalui tulisan ini juga (kalo praktikan gue baca), gue mau mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah gue lakukan baik selama praktikum ataupun di luar praktikum, kesalahan dalam memberi ilmu atau apapun. Sesungguhnya gue bukan Superman, gue hanyalah seorang asisten yang berkode asisten DNC, dan gue engga punya logo S di dada, punyanya logo M di belakang leher. Buat semua yang bilang gue baik, kalian belum tau gue sebenernya gimana, gue adalah salah satu karakter Happy Tree Friends.
...
...
Oke gue berkhayal. Makasih buat semua yang udah kasih saran dan kritik buat semua perlakuan gue selama praktikum ataupun di luar praktikum, itu merupakan masukan yang sangat luar biasa buat gue.
Salam cium terhangat dari kakak asisten yang cantik ini *siapin kresek item* *muntah*
*kecuuuppp*
DNC
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Me at 2012


Hallooo... kali ini pun udah masuk pergantian tahun, dari tahun 2011 menjadi tahun 2012 yang katanyaaa tahun 2012 ini tahun berakhirnya kehidupan umat manusia di dunia atau yang biasa disebut Ki Amat. Hmmm... sebenernya bukan Ki Amat yang bakal muncul, tapi kiamat beneran. Katanyaaa... percaya? Allahualam... pokoknya apapun yang terjadi di dunia ini pada tahun 2012 ini biarkan menjadi rencana Allah SWT.
Di awal tahun ini pun gue buka dengan selentingan tentang kiamat, bukan berarti gue bakal membuat postingan-postingan selanjutnya penuh dengan kengerian, tetapi tetep seperti postingan-postingan terdahulu kalo gue bakal menceritakan bagaimana segala sesuatu yang terjadi dalam hidup gue ini menjadi sebuah kenangan indah yang akan gue bagikan kebahagiaan itu bersama kalian semua para pembaca blog gue, hehe.
Seperti biasa, blog ini update nya sama lemotnya dengan pemiliknya. Jadi walaupun sekarang udah tahun 2012, tapi gue justru baru akan menceritakan kenangan-kenangan pada tahun 2011 kemarin. Jadi, walaupun di tahun 2012 ini sudah hampir memasuki bulan ke dua, gue masih mau flashback dulu ke jaman tahun 2011 dimana saat itu gue baru menginjak usia 20 (dan tahun ini gue 21 tahun, tuaaa).
Ga kerasa ya, blog yang gue buat November 2008 ini sekarang masih aktif bercerita (meskipun updatenya selemot si pemilik) tapi tetep bisa menghadirkan kenangan-kenangan seru yang tidak terlupakan bagi gue, temen-temen gue, dan seluruh fans-fans gue...
Oke yang terakhir emang ga ada.
Dan ga kerasa juga dimana saat pertama kali buat blog gue lagi berada pada masa-masa 4L4Y yaitu masa yang dilewati antara anak-anak menuju dewasa. Dimana gue saat itu masih menjadi seorang abege labil yang pacaran sama temen sekelasnya #upsss.
Walaupun begitu seiring berjalannya waktu, wajah gue pun semakin terlihat tua... bukan tua yang gimana sih, tapi gue merasa kalo gue sudah cukup melewati masa 4L4Y tersebut. Jadi di usia gue yang hampir mendekati 21 tahun ini, dimana temen-temen gue udah banyak yang nikah, dan gue masih duduk di bangku kuliah mengenakan seragam putih biru seperti anak SMP, gue akan membuat postingan disini menjadi sedikit berbeda dari sebelumnya.
Jadi, apa yang akan menjadi perbedaan post gue dari tahun sebelum-sebelumnya?
So, keep enjoying my blog and its update, hahahahaha *menghilang dibalik kentut*
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

serius ini ga penting

beberapa hari yang lalu, salah satu anak kosan gue ngajak buat foto-foto. kurang tau juga kesambet setan
apa tiba-tiba gue juga mau (atau karena sebenernya gue emang narsis makanya mau).

ternyata, cari baju yang mau dipake untuk pemotretan susahnya sama kayak nyari cowo paling ganteng diantara ribuan cowo ganteng lainnya.

tapi setelah beberapa menit ngubek-ngubek isi lemari, akhirnya gue tertuju pada satu baju yang gue rasa sih cocok-cocok aja buat gue.




Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010 (bagian 2)

setelah melewati opening, ada rangkaian yang berada diantara opening dan closing. yaitu pasar rakyat.
di pasar rakyat ini Permata Lampung menjual keripik pisang khas Lampung yang memang sudah ditunggu-tunggu penggemar makanan manis ini.
---
------
---------
oke, gue bingung gimana ngelanjutin cerita tentang pasar rakyat, yang jelas ceritanya ya begitu...

dan sekarang masuk ke acara puncak, yaitu closing Pesona Budaya 2010.
closing ini konsepnya semacam operet gitu. ceritanya ada tuan putri yang dicariin jodoh sama orang tuanya. ajang pencarian jodoh ini dibuat dalam bentuk sayembara. nah pangeran dari 10 penjuru daerah menjadi peserta sayembara ini. dengan membawa seserahan berupa penampilan khas dari daerah masing-masing, pangeran-pangeran ini mencoba merayu hati sang putri.
tapi ditengah-tengah sayembara berlangsung, terjadi keributan antara pangeran dari Lampung dan dari Sunda. pangeran dari Jawa yang tadinya cuma mau melerai, jadi terlibat perkelahian juga dengan dua pangeran lainnya.
tapi adegan perkelahian ini tetap bisa disaksikan oleh anak-anak kecil tanpa harus takut ditiru, justru lebih bagus lagi kalo ditiru, soalnya adegannya justru mengundang tawa seisi GSG yang menonton acara closing ini.
hmmm... pengen tau kan gimana hebohnya di bagian scene tersebut?
tonton videonya disini.

dari Permata Lampung sendiri yang jadi pangerannya Achmad Adi Pranoto (2009). inilah orangnyaaaa.... jeng jeng jeng...
komen Adi, "Gue berasa kayak lagi karnival anak TK." emang Di, elo emang anak TK. tapi bukan wajahnya yang anak TK, tapi kelakuannya (‾˛‾")ƪ(˘-˘)
ngerayu Adi buat jadi pangeran jauh lebih sulit daripada ngediemin anak kecil yang lagi nangis meraung-raung. secara orang yang satu ini tuh alasannya banyaaakkk banget waktu disuruh jadi pangeran.
akhirnya dengan mengerahkan banyak massa untuk 'merayu' (mungkin lebih tepatnya memaksa), Adi mau untuk tampil di acara closing Pesona Budaya.

di acara closing ini juga permata boleh berbangga hati. kenapa?
soalnya dari 10 pangeran yang jadi utusan masing-masing UKM, pangeran dari Lampung ini yang paling cakep (meskipun mukanya ga Lampung banget), dan juga keunikan yang dimiliki pangeran satu ini ga dimiliki sama pangeran lainnya adalah ngelawak.
ngelawak?
ya ngelawak.
untuk penampilan yang seharusnya serius justru dikemas dalam bentuk yang menghibur dan tetap pada benang merah cerita operet yang ditampilkan.

pangeran Lampung ini juga satu-satunya pangeran yang tampil bawa rombongan. awal mulanya gara-gara Adi disuruh menampilkan adegan perkelahian dalam bentuk tarian. yak, gue buat semuanya dikemas dalam tarian, supaya lebih bagus aja sih. tapi salah satu anggota permata lain merasa ragu Adi mampu tampil sendiri. dengan sedikit "merayu", akhirnya Rahmat Yasirandi (2009) dan Harry Kurniawan (2009) ikut jadi "korban".
akting Adi yang merayu tuan Putri dengan keripik pisang khas Lampung juga membangkitkan semangat penonton untuk tetap menyaksikan kelanjutan ceritanya, walaupun tampilnya nyaris tengah malam.
dan inilah tampilan mereka bertiga sebelum pentas.

walaupun mereka bertiga ini belum pernah tampil tari sebelumnya, tapi tetap mereka bisa menampilkan apa yang mereka punyai dan mampu menghibur penonton closing pesona budaya pada malam itu.

---

bagian dibawah ini gue bakal sedikit narsis. kenapa? soalnya pada bagian ini gue yang menjadi pengisi acaranya. hehhee...
pada intinya, gue dan ketiga lainnya tampil sebagai persembahan yang dibawa oleh sang pangeran dari Lampung untuk memikat tuan putri. tarian yang dibawakan kami ini namanya Tari Bedana Kreasi.

tarian ini bercerita tentang muda mudi di Lampung yang saling bercengkrama. walaupun tampilnya tengah malam, tapi kami tetap semangat menampilkan tarian ini.
orang-orang yang tampil di acara puncaknya adalah Deni Saputra (2010), Rahmah Niyati (2009), Danica Thea Marella (2009), dan Dimas Frandisyah Putra (2008).

disitu cewenya cantik-cantik kan???

---

mungkin sampe disini dulu cerita tentang pesona budaya 2010nya. dan gue akan update tentang pesona budaya 2011 \(´▽`)/

reader : ("¬_¬) beneran nih bakal update?
gue :
┐(ˇ .ˇ")┌ ga tau yaaa...~~~
reader :
(-o¬_¬)—o (✗_✗) AWAS AJA KALO ENGGAAA!!!
gue :
(╥﹏╥) oke oke gue update, ditunggu yaaa update nyaaa ~(˘▽˘~) (~˘▽˘)~

nih, skalian dikasih bonus, foto gue cantik
(з´⌣`ε) #siapinkresek
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

kehebohan Permata Lampung di Pesona Budaya 2010

halooo...

setelah beberapa bulan tidur panjang dari aktivitas blogging, akhirnya gue kembali membawa beberapa cerita.
yak, setelah kesibukan gue bertambah jadi beberapa kali lipat dari biasanya, jadinya blog ini sedikit bersarang laba-laba dan debuan gitu deh (˘_˘'!)

sebenernya ini tuh cerita dari 1 tahun lalu...
beneran deh, dari 1 tahun lalu nyimpen cerita ini tapi ga sempet untuk diceritain di blog.
ceritanya tentang pesona budaya.

sejak tahun 2009 Permata Lampung IT Telkom mulai mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh BEM KBM IT Telkom. (cerita tentang pesona budaya 2009 lihat disini)
kita sebagai anggota Permata Lampung boleh bangga lho, soalnya kita disini sebagai KOMUNITAS atau PERKUMPULAN pertama yang diikutsertakan dalam event budaya ini. yang kemudian disusul oleh Kombotel tahun 2010 dan IKRAR tahun 2011.

pada Pesona Budaya 2010 tahun lalu, acara ini dibuat dalam 3 rangkaian. dan gue merasa sangat bangga (sebagai anggota Permata Lampung dan kordinator Divisi Seni dan Budaya tentunya) karena dari 3 rangkaian acara ini Permata Lampung mampu menampilkan 4 tarian dengan sukses ‎*\(‾▿‾)- -(‾▿‾)/*

rangkaian acara Pesona Budaya diawali dengan arak-arakan. rute arak-arakan Pesona Budaya ini dimulai dari depan ATM IT Telkom - sepanjang jalan Telekomunikasi sampai bundaran IT Telkom - kembali ke ATM. dan inilahhh para pengisi arak-arakan dari Permata Lampung.


gimana? ganteng dan cantik kan pengisi arak-arakannya. diatas dari kiri ke kanan ada Adi Ramadhan (2009), Wulan Damayanti (2009), Ajie Tri Hutama (2009), Asri Khoirunnisa (2009), Nanda Septiana (2010) dan Rendra Laksmana (2010). dibawah ada Dimas Frandisyah Putra (2008).

di acara arak-arakan ini juga gue sukses menyeret Adi dan Rendra yang 'katanya' engga bisa nari. tapi setelah tampil, penampilan mereka bagus dan sukses membawakan Tari Melinting sebagai pengiring pasangan muli mekhanai dari Lampung. Ajie dan Nisa yang juga tadinya 'malu-malu' buat tampil, bahkan bisa menampilkan fashion show yang bagus (disini Nisa bener-bener jadi cewe lho, hahaha).

dalam 1 hari yang sama, seusai acara arak-arakan, semua langsung menuju ke opening pesona budaya yang berlangsung di GSG IT Telkom.

penampilan Permata Lampung untuk opening Pesona Budaya adalah Tari Sigeh Pengunten. tarian ini memang digunakan untuk penyambutan tamu agung. dan penari-penari cantik yang membawakan tarian tersebut adalahhh....


dari kiri ke kanan ada Eki Fitra Sutifani (2010), Betty Mutia Putri (2010), Ratri Mayra Maherani (2010), Niken Ayu (2010) dan Anida Putri Bhakti Pertiwi (2010).

kalo kelima penari ini ga pake 'dibully' dulu untuk diajak tampil. mereka dengan senang hati menjawab 'iya' waktu diminta untuk mengisi opening Pesona Budaya 2010. sama seperti arak-arakan, mereka juga sukses membawakan tarian cantik asal Provinsi Lampung tercinta.

(bersambung) ~biar mirip sinetron
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Rikas Harsa (Lampung), pemenang L-Men of the year 2010




Pekerjaan: Sales Manager
Tanggal Lahir: 7 Juli 1980
Hobi: nonton, motor besar, kuliner
Tinggi/berat: 176/ 68
Produk L-Men yang digunakan: L-Men Platinum

Jadwal Latihan :
Senin – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Selasa – bahu, tricep. Sore cardio abs
Rabu – jogging
Kamis – pagi dada, bicep. Sore: back, tricep
Jumat- bahu, tricep. Sore cardio abs
Sabtu – jogging


Rikas (Lampung) – Sales Manager
Kecintaannya pada motor besar membuat pria ini mempunyai impian keliling Indonesia dengan mengendarai motor besar kebanggaannya. Bahkan ia pun memilih untuk bekerja menjadi seorang Sales Manager di sebuah perusahaan otomotif di Lampung. Namun karena tuntutan pekerjaan, ia harus rela menunda impian keliling Indonesianya untuk sementara, dan tetap merencanakan ikut keliling pulau Jawa dengan sebuah komunitas pecinta motor besar. Hidup 9 tahun di Negeri Kangguru untuk menempuh studi, Rikas juga mengaktualisasi dirinya dengan meraih puluhan medali kejuaraan karate, beberapa di antaranya memenangkan medali emas, perak dan perunggu dalam kejuaraan S.K.I.W.A (Shotokan Karate International of Western Australia) pada tahun 1999 silam. Dia pun pernah mengalahkan beberapa atlet nasional Australia. Nama Indonesia yang dibawa pun semakin dikenal di negeri seberang. Tak hanya itu, sepulangnya ke negeri sendiri, ia juga sempat menekuni boxing demi menjaga tubuh atletisnya.


Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sales door-to-door

Minggu 2 Mei 2010 kemaren first time gw ngerasain susah gampangnya jadi sales door-to-door. Ditolak orang secara tidak halus, dapet pembeli yang baek, de el el.

Tujuan jualan hari itu adalah nyari dana untuk acara himpunan yang bakal diadain dalam waktu dekat di bulan Mei ini. Yap, it’s Unity Nite. Acara tahunan yang (katanya) diadain tiap angkatan pertama di kampus. Dan kali ini angkatan gue lah yang beruntung buat ngadain acara itu. Spesifikasi acaranya sih gue emang ga seberapa ngerti banget (maklum gue cuma bagian dekor), tapi yang jelas inti dari acara itu adalah buat ngakrabin anak-anak Fakultas Rekayasa Industri khususnya angkatan 2009.

Ok, back to topic. Jualan? Apa sih yang gue jual kemaren?
Jawabannya adalah… jualan kue kering alias kue jajanan pasar. Kuenya dikemas dalam 1 kotak masing-masing berisi 15 buah kue, yang dijual Rp 25.000 per kotak. Dan dari modal ± 150 ribu rupiah, kami mendapatkan untung ± 200 ribu rupiah, untung besar saudara saudara… kebayang kan cuma ngejual kue aja bisa segitu untungnya. Mau tau rahasianya?

Rahasianya adalah…
Rahasianyaaa...
Rahasianyaaa…
Apa ya rahasianya?
Jawabannya adalah tidak ada rahasia. Yang jelas, disana kami keliling komplek dan datengin rumah warga satu per satu sambil bilang “Permisi Bu, Pak. Kami mau menawarkan kue kering.” Diiringi senyuman manis ala mba-mba SPG yang biasa nawarin produk rokok baru ke setiap mas-mas yang lewat di mall. Cuma bedanya kami ga pake pakaian seksi aja waktu jualan, ntar disangka bukan mau jualan tapi malah mau konser dangdut rakyat ala trio macan lagi. (stop stop, makin lama makin jauh aja dari benang merah).

Jualan kemaren dimulai dari pukul 07.00 WITT, sebenernya nunggunya dari jam segitu, namanya juga orang asli Indonesia, ga afdol kalo ga ngaret (padahal gue termasuk orang yang amat mentingin waktu, *narsis*), jadilah jualan itu dimulai (kalo ga salah) sekitar jam setengah 9an gitu.

Kami mulai datengin rumah tetangganya Fajar satu per satu. Dan pembeli pertama kue yang gue jual adalah orang yang paling bisa ngebangkitin semangat kami yang lagi jualan hari itu. Kenapa? Karena yang ngebeli adalah mba-mba cantik dan baik (loh kenapa gue jadi semangat? Sumpah gue masih perempuan normal yang masih suka sama manusia berjenggot a.k.a laki-laki *bukan bencong atau maho). Soalnya mba itu bayarnya 30rb dan waktu mau dikasih kembalian, mba nya bilang “Ga usah dek, ambil aja. Dulu saya juga pernah jualan kayak gitu soalnya (sambil tersenyum cantik).” Wuaaah… kebayang kan senengnya gue dan temen-temen gue saat itu gimana??? Andai setiap pembeli kayak mba itu, ga perlu capek-capek jualan saya, wkwk.

Next, gue dan temen-temen gue tetep ngiderin tu kompleks sampe semua kue yang ada di tangan laku terjual. Selain pembeli baek kayak mba-mba tadi, gue dan temen-temen gue juga ngadepin calon pembeli yang rese abis. Kenapa calon? Soalnya pembeli yang ga jadi beli. Baru sempet ditawarin tau-tau ngibasin tangan kirinya sambil bilang “Oh ga ga ga…” dan temen gue pun menjawab dengan “Oh ya makasih pak (dengan eskpresi yang udah bisa ditebak sebelumnya, bibir jadi monyong dengan nada bicara yang ogah-ogahan). Semoga bapak-bapak botak, bermobil dan berumah mewah itu diberi pencerahan (dan semoga itu bapak ga baca blog gue, wkwk).

Banyak yang bisa diambil dari jualan kemaren. Selain harus kompak dengan temen-temen gue untuk nyebutin harga, harus berani menawarkan ke orang-orang dan harus siap ditolak kalo ada yang ga mau beli. Dan itu ngebuat gue ngerasa, kadang kasian juga ya sama sales door-to-door, meskipun kadang mereka juga nyebelin. Soalnya mereka suka maksa (kami kemaren juga sih, hoho). Yang lebih ngeselin kalo ternyata mereka bukan sales door-to-door beneran, tapi pencuri/perampok yang nyamar, weeewww… lebih serem kan ini?

Ok deh, segini dulu cerita tentang pengalaman pertama gue jadi sales door-to-door yang ternyata dibumbui dengan manis, asem, asinnya nano-nano (eh salah! Maksudnya suka dan duka). Next time gue bakal cerita hal lain lagi tentang kampus gue :D
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Re-Organisasi Kepala Suku Permata Lampung IT Telkom di Ranca Buaya

Sekian lama belum posting, akhirnya dapet juga cerita buat gue publish di blog aneh ini. Dan kali ini, nambah lagi pengalaman gila dan ekstrim gue di Bandung. Setelah 2 minggu berkutat dengan Ujian Tengah Semester, akhir minggunya ditutup dengan acara Re-organisasi Permata Lampung IT Telkom.


Acara re-or ini diadain tanggal 17-18 April 2010 di Ranca Buaya, Garut. Dan selama 2 hari itu banyak banget hal-hal yang dibilang seru, keren, ekstrim, mantep de el el. Sebenernya dimana sih Ranca Buaya itu? Kalo kata Eri sih, Ranca Buaya itu di Kabupaten Garut. Kenyataannya, waktu udah nyampe di villa dan pas ngeliat di GPS HP kak Aris, posisi Ranca Buaya itu kalo di peta Jawa Barat dari kota Bandung ditarik garis lurus ke arah selatan dan mentok di pinggir laut, disitulah kami kemaren ngabisin liburan 2 hari yang seru abis. Dan beginilah ceritanya.

Sabtu,17 April 2010
Setau gue sih acaranya itu jam 9,salah liat jadwal kali ya gue. Tapi ternyata pas hari jumatnya dijarkom kalo berangkat ke Ranca Buaya jam 14.00 a.k.a jam 2 siang. Emang dasar kebiasaan,gw yang udah siap dari jam setengah 2 harus nungguin yang lain yang ternyata baru keluar jam 2 dari kosannya, ‘on time’ banget ya. Dan jam 2 itu gw, Dimas, kak Baran dan kak Imam baru keluar dari kosan ke tempat ngumpul. Udah nyampe sana kirain bakal langsung berangkat, taunya nunggu mobil dulu karena belum dateng. Jadinya, jam keberangkatan yang harusnya jam 2 siang jadi molor 2 jam, jam 4 sore itu baru mulai berangkat. Yang ikut acara re-or ini ada 17 orang anggota (+1). Dan dari sekian banyak itu, ceweknya dikit banget. Ada 4 orang angkatan 2009 (gue, Wulan, Rahma dan Tondi), 4 orang angkatan 2008 (Dimas, Refri, Adit dan Harie), 3 orang angkatan 2007 (Eri, Andre dan Mba Gata), 2 orang angkatan 2006 (Kak Aris dan Aan), 2 orang angkatan 2005 (Kak Baran dan Kak Rengga), plus 2 alumni (Kak Imam dan Kak Desta).

Pas awal berangkat, disiapin 3 mobil. Di mobil 1, avanza hitam, ada Harie (dan ceweknya) yang bawa, Wulan, Rahma, Tondi dan Adit. Di mobil 2, avanza hijau tosca, ada Kak Baran yang bawa, Kak Desta, Kak Imam, Kak Rengga, Mba Gata, Aan dan Eri. Dan mobil 3 *mobil paling keren (azeee...), avanza silver diisi dengan penumpang paling dikit, tapi tetep aja di paling belakangnya banyak barang-barang, ada Kak Aris yang bawa, Andre, Refri, Dimas dan gue. Awalnya isi mobil 3 itu cuma 4 orang, plong banget kan? Tau-tau si Refri yang tadinya di mobil 1 disuruh Eri pindah ke mobil 3. Untung juga sih Refri yang dipindahin, jadi isi mobil tuh gak sepi-sepi banget.

Perjalanan pun dimulai, dan (perasaan gue) banyak banget nunggunya. Mobil 3 yang pertama kali jalan diikutin mobil-mobil lain ternyata kehilangan jejak. Awalnya ditungguin di pintu tol Buah Batu, tapi ternyata gak muncul-muncul, cabcus deh ke tol. Di tol, kak Aris yang bawa mobil kecepatan 110 km/jam aja masih bisa diduluin sama travel Cipaganti (ckckck). Begitu keluar di pintu tol Cileunyi, baru nungguin rombongan mobil 2. Setelah mobil 2 dateng, masih ada mobil 1 yang ditungguin, soalnya mereka ke GerLong dulu nganterin ceweknya Harie. Hampir setengah jam ditungguin gak muncul-muncul, 2 mobil ini jalan duluan ke Garut. Tapi sebelumnya, mampir dulu ke tempat tahu sumedang. Tiba-tiba waktu mobil 3 lagi parkir ada orang gila ngetok-ngetok kaca samping kak Aris, tapi dibiarin aja, pindahlah orang gila itu ke mobil 2 yang ada dibelakangnya. Gak tau kenapa tu orang gila balik lagi ke mobil 3, karena takut kaca mobil di pecahin sama tu orang gila, kak Aris ngasih seribu sambil rada-rada takut gitu, haha.

Setelah beli tahu sumedang, perjalanan ngelanjut lagi dengan posisi mobil 3 di depan mobil 2. Awal-awal jalannya masih iring-iringan, terus mulai diduluin beberapa mobil dan waktu di pengalihan jalan akhirnya mobil 2 ketinggalan jauh di belakang. Masuk Kabupaten Garut itu tepat magrib, jadi berhenti dulu di SPBU pertama setelah masuk Kabupaten Garut buat nungguin mobil-mobil lainnya. Mulai dari sini nih, sinyal CDMA ilang dan 2 hari bertahan tanpa dihubungi orang. Mobil 2 nyampe setengah jam kemudian gara-gara navigatornya si Aan salah ngasih info, nyasarlah mereka-mereka ini, dan mobil 1 setengah jamnya lagi, juga nyasar ternyata kaya’ mobil 2. Berarti mobil 3 yang paling beruntung. Istirahat-istirahat dulu, solat dulu, pokoknya santai-santai dulu sebelum tau bakal ngelewatin perjalanan yang dibilang cukup serem buat pengemudi amatir. Sebelumnya kak Aris dan Eri nanya sama mas-mas yang di SPBU jalan ke Pamengpeuk, katanya jalannya itu sempit dan sedikit gak aman, ditawarin mending ke Pangandaran aja. Tapi karena semua udah pada penasaran banget ke Ranca Buaya, akhirnya cabcus juga dengan modal nekat (padahal gak tau Ranca Buaya itu dimana). Katanya, perjalanan ke Ranca Buaya tinggal 4 jam lagi, taunyaaa…

Karena kak Aris yang nanya, jadinya mobil 3 yang juga ada gue didalamnya jalan duluan, jadi petunjuk jalan + pembuka jalan lah ceritanya. Sepanjang perjalanan ngeliat martabak telor dipinggir kanan kiri (sempet pengen). Terus kak Aris bilang, “Malem-malem gini enaknya makan PopMie.” Jadi niatlah pengen nyari PopMie. Pas ada warung sempet pengen berhenti, tapi warungnya rada serem-serem gimana gitu. Si Andre pake nakut-nakutin gitu “Ntar paginya lewat sini udah gak ada itu warungnya.” Hiiiy… Udah agak jauh, masuklah ke jalan yang dibilang ekstrim. Tikungannya tajam, gak ada lampu dan gak ada pembatas jalan. Dan kanan kirinya itu cuma gelap aja, gak tau kanan kirinya itu apa, mungkin jurang yang gede banget dan kalo nyemplung (plung trus aaaaaaaaa trus bruk dan paginya masuk koran). Berhubung gue orangnya mabok perjalanan, apalagi kalo jalannya goyang kanan-goyang kiri, tambah deh, akhirnya jam 10 malam berhenti dulu di tempat makan. Tadinya pada gak mau makan, tapi waktu ngeliat Dimas sama kak Desta mesen PopMie, baru yang lainnya pada ikutan makan. Abis makan baru ngelanjutin perjalanan lagi. Tapi sayang, gara-gara minum obat, jadinya gue tidur sepanjang perjalanan sampai Pamengpeuk. Gue bangun lagi tuh pas mulai nyari jalan ke Ranca Buaya. Katanya belum pernah ngeliat plang nunjukin Ranca Buaya, tapi akhirnya ada juga. Disini nih sedikit ada masalah, mobil 2 keabisan bensin, jadi lari lah Eri ngetok rumah warga nanya dimana beli bensin, katanya ada warung 24 jam, tapi nyari warungnya itu, jauh banget ternyata dari tempat awal mula ada plang Ranca Buaya. Mana itu keadaannya tengah malem lagi. Nah berhubung udah tengah malem lewat, jadi gue ganti tanggalnya dulu.

Minggu, 18 April 2010
Untungnya masih bisa ketemu bensin dan mobil 2 bisa berangkat lagi. Udah ganti hari juga masih aja rombongan jalan-jalan ini belum nyampe ke tujuan, memang sih plangnya nunjukin Ranca Buaya 25 KM, jadinya perjalanannya itu kira-kira masih setengah jam-an lagi. Karena kanan kirinya gelap banget, jadi gak tau apa isinya, yang jelas cuma kedengeran suara air yang kaya’nya sih itu ombak gede banget. Sepanjang jalan banyak banget jembatannya, ada banyak banget jembatan kecil dan 14 jembatan besi (*gue itung pas pulangnya) yang horror banget kalo dilewatin malem-malem. Akhirnya (kalo gak salah, kata Adit) setengah 2 itu baru buka pintu villa. Nginepnya di Neglasari Beach Villa. Sampai di villa juga gak langsung tidur, masak-masak dulu. Jadi malemnya si Eri sama Wulan yang bakar ayam, sempet kebagian ayam juga sih gue, nyomot punya kak Baran sama kak Aris. Dan dari dapur inilah muncul gosip-gosip di antara anak-anak ini. Baru jam 3 gue tidur, niatnya sih pengen guling-guling aja, taunya ketiduran nyenyak dan setengah 6 udah dibangunin mba Gata aja. Pas lagi nungguin Rahma selesai solat, sempet nguping pembicaraan cowok-cowok di depan lah gw. Ada kak Imam yang lagi heboh cerita soal kerjaannya.

Selesai solat, Dimas manggil ngajakin ikut yang laen, ke laut pagi-pagi. Dan gilaaa… ombaknya gede banget, cocok dah kalo mau selancar. Malah ada yang bilang, “Ini sih samudra.” Sangking gedenya ombak itu. Pas lagi di laut, tiba-tiba Refri di telpon sama orangtuanya yang ternyata lagi di Bandung, mau surprise lah ceritanya, gara-gara Refri gak bilang kalo acaranya nginep, jadinya gak tau lah orangtuanya si Refri ini kalo anaknya lagi berada di tempat yang jaraknya 8jam dari Bandung. Setelah liat-liat bentar, balik lagi ke villa semuanya buat makan. Ternyata pas ke laut pagi-pagi itu ada yang kurang. Kak Baran bilang “Pas gue liat mobil kok kacanya kebuka, baru inget gue Aan gak ikut.” Haha, gara-gara Aan tidurnya misah sendiri, jadinya dia gak ikutan ngeliat kerennya tuh laut pagi-pagi. Karena cuma ada mie, akhirnya makan mie instan aja disana. Baru masak 6 mie pertama, udah diserbu sama rombongan cowok-cowok yang udah kaya’ pengungsi kelaperan. Akhirnya masak lagi 6 mie kedua, baru terakhir yang cewek-cewek yang makan. Padahal kemarennya gue belum ketemu nasi sama sekali, dan cuma makan mie doang sampai hari ini, parah banget. Kebayang usus gue udah seimut rambut gue bentuknya. Tadinya sih gue berniat buat mandi dulu baru ke laut, tapi daripada gue gak ada baju lagi buat balik, jadinya cuma ganti baju aja baru ke laut.

Abis makan, baru ke acara intinya. Pemilihan Kepala Suku baru untuk masa abdi 2010-2011. Pemilihannya di pinggir laut, ditemenin debur ombak yang gede-gede itu, rasanya gue tuh kaya’ mau diseret aja gara-gara ombak. Calon kepala suku baru ada 4, Dimas, Harie, Adit dan Refri. Mereka disuruh nyebutin visi dan misi sambil dihantam ombak. Dan melalui diskusi yang cukup panjang dan voting akhirnya terpilihlah kepala suku yang baru, Harie Andrian. Selebrasinya sih sederhana aja, cuma di lempar-lempar pasir. Sayangnya di pantai ini gue yang paling apes, sendal gue ilang keseret ombak. Yang laen juga sendalnya pada keseret ombak, tapi yang laen masih beruntung soalnya sendal mereka pada balik lagi. Gara-gara frustasi (lebaaay), gue jalan gak liat-liat lagi dan jeduuug… kepala gue kejedut pohon waktu gue lagi jalan. Pas gue sama Dimas mau balik ke villa, ngeliat kak Aris, kak Baran, Andre dan Eri lagi nantang ombak, eh si Dimas ikutan. Jadinya ngeliatin bolang-bolang itu ngejer-ngejer ombak dulu sebelum balik ke villa.

Di villa lagi ngantri kamar mandi, dan gue dapet antrian terakhir buat mandi. Gara-gara dibilangin ngejer waktu, gue mandi secepet-cepetnya biar gak ditinggal. Dan akhirnya (niat) pulang juga. Mobil 3 a.k.a mobil yang ada guenya berangkat duluan, baru diikutin mobil 1. Baru 5 jembatan dilewatin, tau-tau orang di mobil 2 nelpon nyuruh muter balik. Berhenti lah di pinggir jalan yang ternyata pemadangannya keren banget. Jadi foto-foto dulu disini. Dan disini juga lah pengalaman-pengalaman lucu terjadi.

Awalnya sih gue gak mau ikut turun ke lautnya, makanya gue jadi tempat penitipan kunci mobil. Tapi karena yang lain pada turun dan gue gak mau sendirian, ikutan turun juga gue akhirnya. Jalan turunnya ekstrim banget, mana licin batu-batunya gara-gara banyak lumut, udah gitu pinggir-pinggirnya banyak duri lagi (nyangkut malah durinya di tangan gue). Denger cerita katanya pertama kali yang jatoh di batu licin tuh Eri, terus diikutin jalannya Eri itu sama Andre, dan jatoh juga dianya. Udah 2 yang jatoh masih aja diikutin sama kak Aris, dan jatohnya ampe salto (katanya). Baru pas kak Aris jatoh dibilangin jangan lewat situ lagi. Dan ternyata tempat mereka jatoh itu tempat yang tadinya mau gue lewatin, tapi belum sempe gue turun udah dimarahin guenya.

Setelah sesi pemotretan yang cukup panjang, baru balik lagi ke mobil. Pas lagi jalan pulang, ada lagi korbannya, kali ini Wulan yang jatoh gara-gara ngikutin jalannya Adit. Pas mau jalan lagi, ternyata Wulan jatoh lagi, Andre sampe ngakak ngeliat Wulan jatoh 2 kali (tegaaa Andre ini). Baru perjalanan pulang dimulai. Sepanjang jalan di mobil tuh pada tidur semua, kecuali gue sama kak Aris (kalo kak Aris tidur tewas semua seisi mobil itu nyemplung jurang). Ternyata pemandangan malem yang gelep banget itu tenyata kalo diliat siang keren juga. Cuma mengerikan aja jurangnya. Mana jalannya bolong-bolong dan kak Aris selalu milih ngelewatin lubang daripada ngejauhin lubang. Mungkin niatnya mau bangunin yang pada tidur, tapi malah yang tidur ya tetep asik aja tidur, gue yang bangun malahan yang kejedut kaca. Sepanjang jalan ribut kelaperan semua, dan susah banget nyari tempat makan tapi akhirnya emang ketemu juga. Tempatnya di Rumah Makan Sari Cikajang. Mungkin tempat makan ini bisa dibilang penyelamat bagi perut-perut kelaperan kami yang dari hari sabtu belum ketemu nasi sama sekali. Udah gitu nasinya enak banget, mantep deh, rasanya enaaaaak banget bisa makan nasi. Begitu parkir, ternyata mobil yang ada gue didalemnya ini bannya gembung, kalo dibiarin bisa pecah ban dan habislah nyawa kami berlima didalemnya itu. Untungnya ada ban serep, jadi abis makan ganti ban dulu baru ngelanjutin jalan lagi. Dan jalannya ngikutin GPS dari HP kak Aris.

Pas lagi jalan, ada bunyi-bunyi yang mengerikan gitu dari bawah, kaya’ bunyi ban kendor gitu. Mana pas jalan ditakut-takutin lagi “Kalo ban belakang mah gak seberapa, ban depan lepas baru guling-guling.” Nah lo, kebayang kan stress nya gue di dalem mobil itu. Karena sempet berhenti dulu, mobil 3 ketinggalan. Tapi emang karena yang bawa udah kaya’ pembalap F1, justru duluan sampe di IT Telkom. Huff… sampe juga ke tempat asal gue jam setengah 8 malem. Alhamdulillah gak ada yang kenapa-kenapa, cuma sendal aja ilang (hiks…). Sampe di kampus, belum langsung balik, masih itung-itungan dulu buat nambahin denda mobil sewaan yang ternyata ngaret sekitar 5 jam-an dari waktu peminjaman. Waktu lagi itung-itungan itu kan ada kak Ariza dateng, tadinya kan kak Ariza sempet mau nyusulin, untung gak jadi. Kalo jadi bisa stress dia bawa mobil sendirian ke Ranca Buaya. Jadinya malem itu sempet ngiri-ngiriin kak Ariza gitu, hehe. Dan disitu juga keliatan muka-muka butek pengemudinya, mulai dari kak Baran, kak Aris sama Harie. Udah gitu penderitaan mereka belum selesai, masih harus ngebalikin mobil rentalan itu lagi ke Dago, bayangkan DaKo-Dago??? Jadinya cuma bisa ngasih semangat aja ke kak Aris dan Harie yang harus ngebalikin mobil itu lagi. Dan… sampailah gue ke kosan, dan tempat tidur gue bener-bener berasa surga banget malem itu.

Oiya, pesen gue buat pembaca blog ini yang berniat buat jalan-jalan ke Ranca Buaya, mending berangkatnya pagi aja, jangan malem. Soalnya pas malem-malem jalannya tuh ekstrim banget. Selip dikit nyemplung jurang deh. Tapi beneran, gue bener-bener dapet pengalaman seru dari jalan-jalan itu. Dan satu lagi

SELAMAT KEPADA “HARIE ANDRIAN” ATAS TERPILIHNYA SEBAGAI KETUA PERMATA LAMPUNG IT TELKOM 2010-2011

Lagi deh, sejujurnya gue gak nyesel ikut jalan-jalan ini, bener-bener pengalaman yang seru banget di tahun 2010 setelah tahun baruan ke Caringin Tilu. Biaya perjalanan rata-rata hampir abis 200ribuan lah buat jalan-jalan ini. Karena waktu gue di Bandung masih cukup panjang, semoga aja masih bisa buat jalan-jalan ke tempat-tempat keren lainnya di Bandung.
Read More... #

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments